Spanyol, Bharata Online - Kepala perusahaan pengembang tenaga surya terkemuka Spanyol, MASPV Energy, memuji keahlian Tiongkok dalam teknologi hidrogen hijau, dan menyerukan kerja sama yang lebih kuat untuk mempercepat ambisi Spanyol menjadi pemimpin Eropa dalam pembangunan berkelanjutan.

Marco de Bianchi, CEO perusahaan yang berbasis di Madrid tersebut, berbicara saat Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bersiap untuk mengakhiri kunjungan resmi lima harinya ke Tiongkok pada hari Rabu (15/4), dengan diskusi seputar peningkatan kemitraan dan investasi dalam energi hijau menjadi agenda utama selama kunjungan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) di Madrid, de Bianchi menyoroti potensi transformatif hidrogen hijau tidak hanya dalam membentuk kembali masa depan transportasi, tetapi juga dalam mendorong transisi hijau industri tradisional.

"Hidrogen hijau pada dasarnya adalah hidrogen yang diproduksi dengan menggunakan energi terbarukan secara eksklusif. Jadi, sesederhana itu. Ia memiliki banyak potensi dalam pengembangan mobilitas masa depan, tetapi lebih dari itu. Ini adalah semacam kendaraan untuk membawa energi terbarukan ke dalam proses industri. Misalnya, hidrogen digunakan dalam produksi metanol, yang sebagian besar digunakan untuk produksi plastik dan cat. Hidrogen digunakan dalam produksi amonia, yang merupakan bahan dasar untuk produksi pupuk. Jadi, ini seperti bahan baku lintas sektor untuk proses industri lainnya," ujar de Bianchi.

Perusahaan tersebut telah menjalin kemitraan yang kuat dengan Tiongkok dan menandatangani kesepakatan senilai sekitar 1,4 miliar dolar AS (sekitar 24 triliun rupiah) dengan Shanghai Shaanyao Group untuk berinvestasi dalam proyek-proyek hijau di selatan Spanyol.

De Bianchi mencatat bahwa kolaborasi ini kemungkinan akan membuahkan hasil karena kedua pihak memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk memajukan pembangunan hijau, dan percaya bahwa kerja sama itu akan membantu memposisikan Spanyol di posisi terdepan di kawasan tersebut.

"Tiongkok saat ini adalah pemimpin dunia dalam hidrogen hijau. Shanghai Shaanyao adalah mitra kami. Mereka membawa keahlian, keahlian yang kuat dalam teknologi hidrogen hijau. Kami membawa keahlian dalam pengembangan proyek di Spanyol. Saat ini kami sedang dalam tahap uji tuntas untuk beberapa proyek hidrogen hijau. Beberapa di antaranya siap dibangun. Beberapa lainnya masih dalam tahap awal pengembangan. Hubungan yang baik dengan Tiongkok benar-benar dapat membantu menjadikan Spanyol, dalam waktu dekat, salah satu pemimpin di Eropa dalam hal hidrogen," kata de Bianchi.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Spanyol di luar Uni Eropa. Menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, perdagangan barang bilateral melebihi 55 miliar dolar AS (sekitar 943 triliun rupiah) pada tahun 2025, tumbuh 9,8 persen dari tahun ke tahun.

Investasi Tiongkok di sektor energi baru Spanyol, dari kendaraan listrik hingga tenaga angin, berkontribusi pada peningkatan industrinya, sementara Spanyol membawa pengalaman berharga dalam penerapan energi terbarukan. Aliran investasi dan keahlian dua arah ini menunjukkan kemitraan yang memberikan keuntungan industri dan teknologi yang nyata bagi kedua belah pihak.