Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok siap untuk melakukan upaya bersama dengan pemerintah baru Zimbabwe untuk lebih meningkatkan kerja sama strategis yang komprehensif antara kedua negara, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Senin (28/8).
Wang membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Beijing untuk menanggapi pertanyaan mengenai hasil pemilihan presiden Zimbabwe.
Berdasarkan pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum Zimbabwe (ZEC) pada hari Sabtu (26/8) lalu, Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, telah terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun kedua, setelah memperoleh 52,6 persen dari total suara yang masuk dalam pemilihan umum pada 23-24 Agustus 2023.
Tapi, beberapa kandidat menyatakan penolakan terhadap hasil tersebut, dan berniat untuk menempuh jalur hukum di Mahkamah Konstitusi.
"Sebagai teman bagi Zimbabwe, Tiongkok telah mengikuti pemilihan umum di negara ini dengan seksama. Atas undangan Zimbabwe, Tiongkok mengirim misi pengamat ke sana. Misi ini percaya bahwa pemilihan umum telah berlangsung dengan damai dan tertib dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Kami telah mencatat hasil yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum Zimbabwe dan menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Mnangagwa. Kami siap untuk bekerja sama dengan pemerintah baru untuk membawa kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Wang.
"Kami telah memperhatikan laporan tentang beberapa perselisihan hasil pemilu. Harapan kami, partai-partai di Zimbabwe akan mengutamakan kepentingan rakyat dan menyelesaikan perbedaan dengan baik melalui jalur hukum. Tiongkok menganut prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Kami menghormati pilihan rakyat Zimbabwe, berharap negara ini dapat melanjutkan stabilitas setelah pemilu dan kemajuan yang lebih besar dalam mengejar pembangunan dan kemakmuran nasional," jelasnya.