BEIJING, Radio Bharata Online - Penyanyi terkenal Stefanie Sun telah menanggapi kemunculan penyanyi AI, dengan memperingatkan tentang potensi ancaman yang ditimbulkan oleh teknologi AI terhadap pekerjaan yang diciptakan manusia, termasuk profesi seperti hukum, kedokteran, akuntansi, dan sekarang menyanyi.
Stefanie Sun berhasil menarik perhatian karena 'pengganti AI'-nya menjadi populer dalam semalam. Dia mengungkapkan kepuasannya karena tetap menjadi dirinya sendiri.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Make Music, Sun mengakui kemampuan teknologi AI yang hampir tidak dapat diatasi. Dengan nada bercanda ia menyatakan, "Yang ingin saya sampaikan adalah, Anda tidak dapat berdebat dengan 'seseorang' yang mengeluarkan album baru setiap beberapa menit sekali."
Penyanyi virtual ini pada awalnya dilatih dengan menggunakan sejumlah besar data suara Sun, dan menjalani penyesuaian dan perbaikan yang sangat teliti untuk menciptakan model AI. Banyak penggemar yang merasa kesulitan untuk membedakan antara lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi asli dan lagu yang dibawakan oleh robot AI. Selain itu, gambar penyanyi AI dibuat dengan menggunakan foto-foto Sun sendiri.
Netizen mencatat bahwa meskipun penyanyi AI dapat meniru suara Sun, mereka tidak dapat meniru pengalaman hidupnya, yang memiliki nilai yang signifikan bagi para penggemarnya. Seorang penggemar berkomentar, "Banyak orang yang mendengarkan AI Stefanie Sun, justru karena mereka mengagumi Sun yang asli. Seorang penyanyi dengan pemikiran yang mendalam, tidak akan pernah tergantikan."
Tahun ini, adopsi teknologi seperti ChatGPT, GPT-4, dan lainnya telah memicu kepedulian publik tentang teknologi AI. Dengan tersedianya teknologi sintesis yang mendalam dan peningkatan audio dan video yang dihasilkan oleh AI, aktivitas penipuan seperti mengubah wajah, penipuan, dan fitnah menjadi lebih umum.
Menanggapi hal ini, Internet Society of China mengeluarkan peringatan, mendesak masyarakat untuk tetap waspada, dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap penipuan yang memanfaatkan teknologi AI. (Global Times)