Xian, Radio Bharata Online - Para pemimpin Tiongkok dan lima negara Asia Tengah telah berkumpul di kota bersejarah Xian di barat laut Tiongkok untuk merayakan hubungan bertetangga mereka yang makmur selama KTT Tiongkok-Asia Tengah yang sedang berlangsung.
KTT yang berlangsung pada hari Kamis (18/5) dan Jum'at (19/5) adalah pertama kalinya Tiongkok dan lima negara Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan, mengadakan pertemuan tatap muka tingkat tinggi sejak pembentukan hubungan diplomatik 31 tahun lalu.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengadakan pembicaraan bilateral pada hari Rabu (17/5) dengan Presiden Kassym-Jomart Tokayev dari Kazakhstan, yang juga merayakan ulang tahunnya yang ke-70.
Xi mengatakan kunjungan Tokayev ke Tiongkok menunjukkan kekuatan hubungan antara kedua negara, dan juga menunjukkan ikatan unik pemimpin itu dengan Tiongkok. Tokayev menghabiskan delapan tahun belajar dan bekerja di Tiongkok pada usia tiga puluhan.
Dalam sebuah wawancara dengan China Media Group, Tokayev mengatakan bahwa Kazakhstan dan Tiongkok tidak hanya menjadi tetangga yang baik tetapi juga mitra yang dapat diandalkan dan bersahabat yang mendukung pembangunan satu sama lain.
Kedua pemimpin menandatangani pernyataan bersama selama pertemuan mereka pada hari Rabu (17/5) yang meningkatkan hubungan, memperdalam rasa saling percaya dan menjanjikan kerja sama dalam masalah internasional dan regional.
Kelima negara Asia Tengah itu juga telah menandatangani dokumen kerja sama dengan Tiongkok dalam pembangunan Belt and Road Initiative (BRI).
Inisiatif yang terinspirasi oleh Jalur Sutra kuno yang melewati Asia Tengah tersebut dipandang sebagai evolusi terbaru dalam persahabatan Tiongkok-Asia Tengah sejak ribuan tahun yang lalu.
Inisiatif ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Tiongkok dan Asia Tengah, dan telah melahirkan serangkaian proyek infrastruktur bersama yang besar.
Terowongan kereta di jalur kereta api Angren-Pap, terowongan terpanjang di Asia Tengah, baru saja diselesaikan dan sekarang hampir 80 persen kereta barang tujuan Eropa dari Tiongkok melewati Asia Tengah.
Tahun lalu, total volume perdagangan antara Tiongkok dan lima negara Asia Tengah melebihi 70 miliar dolar AS, mencapai rekor tertinggi. Jumlah itu telah meningkat lebih dari 100 kali lipat dalam 30 tahun terakhir.
Merayakan tiga dekade hubungan diplomatik tahun lalu, Presiden Xi mengatakan bahwa tak peduli bagaimana lanskap internasional berkembang atau seberapa maju Tiongkok tumbuh, Tiongkok akan selalu menjadi tetangga yang dapat dipercaya dan diandalkan oleh negara-negara Asia Tengah.
Keenam pemimpin telah berkumpul di Xian untuk membahas fase kerja sama berikutnya, yang akan menjadi contoh untuk membina hubungan internasional jenis baru.