JAKARTA, Radio Bharata Online – Neuralink, perusahaan implan otak milik Elon Musk pada hari Kamis pekan lalu (19/5) mengatakan, bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan lampu hijau untuk uji klinis pertama pada manusia, yang merupakan tonggak penting setelah sebelumnya berjuang untuk mendapatkan persetujuan.
Dalam sebuah tweet, dikatakan bahwa persetujuan FDA merupakan langkah pertama yang penting, yang suatu hari nanti akan memungkinkan teknologi Neuralink membantu banyak orang. Mereka tidak menjelaskan lebih lanjut tentang tujuan penelitian ini, namun mengatakan bahwa rincian lebih lanjut akan segera tersedia.
Sejauh ini, baik Neuralink maupun FDA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Untuk diketahui, bahwa Elon Musk membayangkan implan otak dapat menyembuhkan berbagai kondisi, termasuk obesitas, autisme, depresi dan skizofrenia, serta memungkinkan penjelajahan web dan telepati. Gagasan Musk ini menjadi berita utama akhir tahun lalu, ketika Musk sangat percaya diri dengan keamanan perangkat tersebut, sehingga dia bersedia menanamkannya pada anak-anaknya.
Setidaknya dalam empat kesempatan sejak 2019, Musk memperkirakan Neuralink akan memulai uji coba pada manusia. Tetapi perusahaan itu baru meminta persetujuan FDA pada awal 2022, dan badan tersebut menolak aplikasi tersebut. Saat itu, FDA menunjukkan beberapa masalah kepada Neuralink yang perlu ditangani sebelum menyetujui uji coba pada manusia. Masalah utama adalah melibatkan baterai lithium perangkat, kemungkinan kabel implan bermigrasi di dalam otak, dan tantangan untuk mengekstraksi perangkat dengan aman, tanpa merusak jaringan otak.
Neuralink, yang didirikan pada tahun 2016, telah menjadi subjek dari beberapa penyelidikan federal.
Pada bulan Mei, anggota parlemen AS mendesak regulator untuk menyelidiki, apakah susunan panel yang mengawasi pengujian hewan di Neuralink, berkontribusi pada eksperimen yang gagal dan terburu-buru.
Sementara Departemen Transportasi, secara terpisah menyelidiki apakah Neuralink secara ilegal mengangkut patogen berbahaya, pada chip yang diambil dari otak monyet tanpa tindakan penahanan yang tepat.
Neuralink juga sedang diselidiki oleh Kantor Inspektur Jenderal Departemen Pertanian AS, untuk potensi pelanggaran kesejahteraan hewan.
Dan sekali lagi, Neuralink belum menanggapi permintaan komentar tentang penyelidikan tersebut. (Reuters)