Beijing, Radio Bharata Online - Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang, bertemu dan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Mongolia, Battsetseg Batmunkh, yang sedang berkunjung ke Beijing pada hari Senin (1/5).
Qin mengatakan Tiongkok dan Mongolia adalah tetangga yang baik, teman dan mitra yang dihubungkan oleh pegunungan dan sungai.
Menurutnya, Tiongkok selalu menangani hubungannya dengan Mongolia dari perspektif strategis dan jangka panjang, dan siap untuk bekerja dengan Mongolia untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara dan saling mendukung dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan inti dan perhatian utama.
Qin mengatakan Tiongkok siap bekerja sama dengan Mongolia untuk meningkatkan rasa saling percaya politik dan persahabatan antara kedua bangsa, menyelaraskan strategi pembangunan mereka secara mendalam, memperdalam kerja sama dalam implementasi Belt and Road Initiative, pertambangan dan konektivitas, serta membangun komunitas dengan prinsip masa depan bersama yang menampilkan hidup berdampingan secara damai, saling membantu dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Battsetseg mengatakan hubungan Mongolia-Tiongkok didasarkan pada prinsip saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, saling menghormati kepentingan inti satu sama lain, dan saling menguntungkan.
Dia mengatakan itu adalah prioritas kebijakan luar negeri Mongolia untuk mengembangkan hubungan kerja sama yang stabil, ramah dan semua dimensi dengan Tiongkok.
Menurutnya, Mongolia selalu berpegang pada prinsip satu-Tiongkok dan percaya bahwa masalah terkait Taiwan, Hong Kong, dan Tibet adalah murni urusan dalam negeri Tiongkok.
Battsetseg mengatakan Mongolia menghargai dan mendukung Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping.
Mongolia siap untuk memperdalam rasa saling percaya politik dan memperluas kerja sama praktis dengan Tiongkok, terus menambah dimensi baru dalam hubungan bilateral dan menjadikannya model regional.
Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pencegahan dan pengendalian badai pasir dan bersama-sama mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.