JAKARTA, Radio Bharata Online - Beberapa hari yang lalu, tiga pejabat Kementerian Luar Negeri pendudukan Israel mengatakan kepada Axios bahwa "Israel" telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah bagi kedua pihak yang terlibat dalam konflik di Sudan dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Proposal tersebut diserahkan kepada Kepala Angkatan Darat Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan dan Kepala Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai Hemedti, sebagai Menteri Luar Negeri pendudukan Israel Eli Cohen dan direktur jenderal Kementerian Luar Negeri pendudukan Israel Ronen Levy terus melakukan kontak langsung dengan kedua jenderal Sudan tersebut.

"Israel mengoordinasikan upayanya dengan pemerintahan Biden dan negara-negara di kawasan seperti Uni Emirat Arab dan memberitahu mereka tentang proposal tersebut," tutur keterangan pejabat Kementerian Luar Negeri Israel, dikutip Jumat (28/4/2023).

Cohen mengatakan bahwa sejak kunjungannya ke Khartoum pada Februari, yang bertujuan mendorong perjanjian damai antara Israel dan Sudan, ia tetap berhubungan dengan berbagai pemain di negara itu untuk memperkuat relasi kedua negara.

"Sejak pertempuran dimulai di Sudan, Israel telah bekerja di saluran yang berbeda untuk mencapai gencatan senjata. Kemajuan yang kami buat dengan kedua pihak sangat menggembirakan. Jika ada cara agar Israel dapat membantu menghentikan perang dan kekerasan di Sudan, kami akan sangat senang melakukannya," kata Cohen.

Israel sendiri sebenarnya baru mulai menjalin hubungan dengan Sudan pada tiga tahun lalu. Para pejabat Israel mengatakan pekan lalu bahwa mereka sangat prihatin bahwa pertempuran saat ini akan menghancurkan negara itu, yang dikhawatirkan dapat menghancurkan proposal normalisasi kedua negara.

Sementara itu, pertempuran baru-baru ini di Sudan meletus saat ketegangan yang meningkat antara Al Burhan dan Hemedti memuncak. Sebelumnya, kedua figur itu memimpin kudeta militer pada Oktober 2021.

sumber: Almayadeen