Jakarta, Radio Bharata Online - Hou Yanqi, Duta Besar Tiongkok Untuk ASEAN, pada hari Kamis (15/6) di Jakarta mengatakan selama enam bulan terakhir berkunjung ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Laos, dan banyak kota di Indonesia, ia telah menyaksikan pencapaian yang bermanfaat dari kerja sama Tiongkok-ASEAN di berbagai bidang.

"Saya melihat potensi besar dalam kemitraan strategis komprehensif kita," ujar Hou di acara Media Gathering Kedutaan Besar Tiongkok untuk ASEAN di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat. 

Menurutnya, di bawah upaya bersama Tiongkok dan ASEAN, integrasi ekonomi regional juga terus meningkat. Dalam lima bulan pertama tahun ini, volume perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN mencapai 2,6 triliun yuan atau setara sekitar 55 triliun rupiah, naik 9,9 persen tahun ke tahun. 

"Kedua belah pihak tetap menjadi mitra dagang terbesar satu sama lain. Negosiasi Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN Versi 3.0 telah resmi diluncurkan. RCEP telah mulai berlaku untuk semua negara anggotanya, memasuki tahap baru implementasi penuh," imbuh Hou. 

Pada hari Jum'at (2/6) lalu, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah berlaku untuk semua 15 negara penanda tangan, dengan Filipina menjadi negara terakhir yang meratifikasi kesepakatan perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia tersebut. 

Hou juga menyoroti dampak positif kerja sama Tiongkok-ASEAN di bidang transportasi. Menurutnya, kerja sama proyek konektivitas Tiongkok-ASEAN telah membuat kemajuan yang luar biasa. 

"Kereta Api Tiongkok-Laos telah memulai layanan penumpang lintas batas untuk pertama kalinya. Proyek-proyek besar seperti Kereta Api Tiongkok-Thailand, proyek East Coast Rail Link di Malaysia dan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru berjalan lancar. Komisioning dan pengujian bersama Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah selesai. Kereta api berkecepatan tinggi pertama di Asia Tenggara akan secara resmi dioperasikan dalam waktu dekat," jelasnya. 

Hou menambahkan bahwa pertukaran kelembagaan dan personel antara Tiongkok dan ASEAN juga kembali berlangsung dengan cepat. Tak hanya itu, di sektor pertanian dan pariwisata, kerja sama keduanya pun semakin meningkat. 

"Tahun ini adalah Tahun Kerjasama Pengembangan Pertanian dan Ketahanan Pangan Tiongkok-ASEAN. Berbagai kegiatan telah dilakukan, yang akan sangat mendorong pembangunan pertanian berkualitas tinggi di kedua sisi. Kami telah mengadakan serangkaian kegiatan pertukaran di bidang kepemudaan, media dan pembangunan berkelanjutan, dan melihat interaksi yang lebih sering antara delegasi kami di semua tingkatan. Semakin banyak turis Tiongkok yang kembali ke Asia Tenggara, membawa pemulihan yang kuat bagi pariwisata regional," katanya.