Beijing, Radio Bharata Online - Duta Besar Kazakhstan untuk Tiongkok, Shakhrat Nuryshev, mengatakan negaranya berharap untuk memiliki kerja sama yang lebih mendalam dan jangka panjang dengan Tiongkok dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Senin (15/5) mengatakan KTT Tiongkok-Asia Tengah akan diadakan pada 18 dan 19 Mei di Kota Xian di Provinsi Shaanxi, barat laut Tiongkok, dan Presiden Xi Jinping akan memimpin KTT tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), duta besar tersebut mengatakan bahwa dia menantikan KTT tersebut dan berharap kedua negara akan memiliki kerja sama yang lebih saling menguntungkan.
"Tahun ini menandai peringatan 10 tahun Belt and Road Initiative. Kerja sama antara Kazakhstan dan Tiongkok dalam kerangka inisiatif telah mencapai hasil yang bermanfaat, dan koordinasi dengan kebijakan ekonomi baru 'Jalan Terang' Kazakhstan telah berjalan dengan lancar. Ini sangat bermanfaat bagi kerja sama transportasi kedua negara dan peningkatan kapasitas perkeretaapian Kazakhstan," kata Nuryshev.
"Selain menarik investasi asing, kami juga akan berinvestasi dalam peningkatan infrastruktur perkeretaapian, yang menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Kazakhstan. Oleh karena itu, kami berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih mendalam dan jangka panjang dalam kerangka Belt and Road Initiative, dan kerja sama bilateral akan saling menguntungkan," imbuhnya.
Atas undangan Tiongkok, Presiden Kassym-Jomart Tokayev dari Kazakhstan, Presiden Sadyr Japarov dari Kyrgyzstan, Presiden Emomali Rahmon dari Tajikistan, Presiden Serdar Berdimuhamedov dari Turkmenistan dan Presiden Shavkat Mirziyoyev dari Uzbekistan akan menghadiri KTT tersebut.