Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada Senin (11/12) mengatakan bahwa Tiongkok menjunjung tinggi konsep hak asasi manusia yang berpusat pada rakyat dan bersikukuh bahwa kehidupan yang bahagia adalah hak asasi manusia yang paling utama.
Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948 silam.
Pekan lalu, sebuah simposium internasional yang menandai peringatan 75 tahun deklarasi tersebut diadakan di Beijing. Para peserta mendiskusikan signifikansi historis dan nilai kontemporernya serta tantangan dan jalan menuju tata kelola hak asasi manusia global.
"Tiongkok menjunjung tinggi konsep hak asasi manusia yang berpusat pada manusia dan bersikukuh bahwa kehidupan yang bahagia bagi masyarakat adalah hak asasi manusia yang utama. Tiongkok telah membangun masyarakat yang cukup makmur dalam segala hal dan memenangkan pertempuran terbesar melawan kemiskinan dalam sejarah manusia. Tiongkok telah membangun sistem pendidikan terbesar di dunia, sistem jaminan sosial dan sistem medis dan kesehatan, serta meningkatkan lingkungan hidup masyarakat. Negara ini telah mengembangkan demokrasi rakyat secara menyeluruh, memajukan perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia, dan menjaga kesetaraan dan keadilan sosial. Tiongkok telah menempuh jalur pembangunan hak asasi manusia yang sesuai dengan tren zaman dan sesuai dengan kondisi nasionalnya, dengan upaya hak asasi manusia yang telah membuat pencapaian bersejarah," kata Mao.
"Ini adalah tujuan bersama seluruh umat manusia untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia. Tidak ada negara di dunia ini yang berhak menguliahi negara lain tentang hak asasi manusia. Evaluasi yang paling otoritatif atas situasi hak asasi manusia suatu negara berasal dari rakyatnya sendiri. Hak setiap negara untuk memilih jalur pengembangan hak asasi manusia secara mandiri harus dihormati. Negara-negara tertentu mengabaikan masalah hak asasi manusia yang serius dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan dalih hak asasi manusia, dan standar ganda serta kemunafikan mereka terlalu kentara," ujar Jubir tersebut.
"Tiongkok akan terus dengan teguh mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia, memajukan nilai-nilai bersama umat manusia dan melaksanakan dialog dan kerja sama hak asasi manusia atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk melindungi hak asasi manusia melalui peningkatan keamanan, memajukan hak asasi manusia melalui pembangunan, memajukan hak asasi manusia melalui kerja sama, dan bersama-sama mendorong perkembangan yang sehat dari perjuangan hak asasi manusia internasional," ujar Mao.