Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok akan memberikan bantuan kepada Libya yang dilanda banjir sesuai dengan kebutuhannya, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Jum'at (15/9).
Pada 10 September 2023, badai Mediterania yang dikenal dengan nama Daniel mendarat di Libya, menyebabkan banjir bandang yang dahsyat, hujan lebat, dan angin kencang di wilayah timur negara tersebut.
Daniel telah merenggut sedikitnya 5.500 nyawa dan menyebabkan 10.000 orang lainnya hilang di Libya, dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan bencana ini telah mempengaruhi 1,5 juta hingga 1,8 juta orang di negara Afrika Utara tersebut.
Setelah mengetahui jumlah korban jiwa yang mengejutkan dan kehancuran yang meluas, Tiongkok telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
"Kami mengikuti dengan seksama banjir dahsyat yang dipicu oleh Badai Daniel, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda di Libya timur. Presiden Xi Jinping telah mengirimkan pesan belasungkawa kepada Ketua Dewan Kepresidenan Libya Mohammad Al-Manfi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas hilangnya nyawa dan simpati yang tulus kepada keluarga yang kehilangan dan yang terluka. Presiden Xi juga menyatakan keyakinannya bahwa rakyat Libya pasti akan mengatasi kesulitan bersama dan mengalahkan bencana tersebut," kata Mao pada konferensi pers di Beijing.
"Untuk mendukung upaya bantuan bencana Libya, Palang Merah Tiongkok telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan tunai darurat kepada Bulan Sabit Merah Libya. Pihak Tiongkok bekerja sepanjang waktu untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Libya. Kami siap membantu rakyat Libya untuk mengatasi kesulitan dan membangun kembali rumah mereka secepat mungkin sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.