BEIJING, Radio Bharata Online - Negara-negara Timur Tengah selalu mengagumi perkembangan ekonomi Tiongkok dan keberhasilan transisi dari ekonomi terencana ke ekonomi pasar, dengan tetap menjaga stabilitas politik, meningkatkan PDB berkali-kali lipat, memperluas ekspornya, dan menarik lebih banyak modal asing.

Perkembangan ekonomi Tiongkok yang pesat, telah mempengaruhi agenda reformasi ekonomi tidak hanya di negara-negara Timur Tengah, tetapi juga di banyak negara berkembang, karena kondisi di Tiongkok mirip dengan kondisi di negara-negara berkembang lainnya.

Kekhususan Timur Tengah dalam konteks ini jelas karena hubungan historisnya dengan RRT melalui Jalur Sutra kuno. Sejak awal tahun 1990-an, kedua belah pihak telah melakukan upaya untuk memperdalam kerja sama ekonomi, mengingat meningkatnya kepentingan bersama dan saling ketergantungan.

Kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi utama, dengan pengaruh yang semakin besar di Dewan Keamanan PBB, memberikan harapan kepada sebagian besar negara Timur Tengah, bahwa negara ini akan dengan tulus memenuhi semua tanggung jawab globalnya.

Bagaimanapun juga, Tiongkok menjunjung tinggi multipolarisme, dan telah membantu membangun komunitas global dengan masa depan bersama.

Dalam konteks ini, inisiatif Sabuk dan Jalan yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping pada tahun 2013 sangat penting bagi negara-negara Timur Tengah, terutama negara-negara Arab. Banyak negara di kawasan ini melihat inisiatif tersebut, sebagai proyek yang akan menentukan keseimbangan kekuatan global baru, karena mencerminkan strategi pembangunan, yang menghubungkan jaringan perdagangan global di Asia, Afrika dan Eropa.

Negara-negara Timur Tengah berharap Tiongkok akan memainkan peran yang lebih besar dalam hubungan ekonomi global bersama dengan Uni Eropa, sehingga membatasi dominasi Amerika Serikat dalam ekonomi global.

Sementara negara-negara Arab, terutama negara-negara Teluk, menyadari pentingnya mereka bagi Tiongkok karena lokasi geostrategis mereka dalam perdagangan global.

Pengawasan negara-negara Arab atas Selat Hormuz (antara Oman dan Iran), Selat Bab el-Mandeb (antara Yaman dan Djibouti), dan Terusan Suez (di Mesir), membuat kawasan ini memiliki kepentingan unik sebagai titik persimpangan tiga benua (yakni Asia, Afrika, dan Eropa). Tiongkok menyadari fakta ini, dan itu tercermin dalam upayanya untuk memperdalam kerja sama dengan kawasan tersebut di bawah kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan, dan meningkatkan investasi di negara-negara Teluk.  Selain itu, negara-negara ini juga merupakan landasan bagi keamanan energi Tiongkok.

Negara-negara Timur Tengah termasuk di antara yang pertama mendukung Inisiatif Sabuk dan Jalan, yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur komunikasi antara Asia, Afrika, dan Eropa. Negara-negara Timur Tengah telah menandatangani banyak perjanjian dan memorandum di bawah kerangka kerja inisiatif ini, karena mereka ingin menjadi pusat-pusat strategis bagi logistik, dan ekonomi regional dan global yang penting.

Mungkin volume perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara Timur Tengah, yang mencapai $507,15 miliar pada tahun 2022, mencerminkan ketertarikan kawasan ini terhadap inisiatif Tiongkok. Faktanya, Tiongkok telah menjalin kemitraan strategis di beberapa bidang dengan banyak negara Timur Tengah untuk meningkatkan keuntungan bersama.

Tepatnya, Tiongkok telah menjalin kemitraan strategis komprehensif, atau kemitraan strategis dengan 12 negara Arab, dan menandatangani perjanjian kerja sama di bawah kerangka kerja Inisiatif Sabuk dan Jalan dengan 21 negara Arab dan Liga Arab.  Selain itu, 17 negara Arab telah mendukung Inisiatif Pembangunan Global Presiden Xi, 15 negara Arab telah bergabung dengan Bank Investasi Infrastruktur Asia, dan 14 negara Arab telah bergabung dengan "Inisiatif Kerjasama Tiongkok-Arab untuk Keamanan Data.

Inisiatif Sabuk dan Jalan memiliki banyak keuntungan bagi negara-negara Timur Tengah. Misalnya dapat membantu mereka meningkatkan kerja sama investasi di banyak proyek untuk mengembangkan infrastruktur, meningkatkan layanan transportasi, dan membangun pusat logistik komersial.  (China Daily)