Beograd, Radio Bharata Online - Pejabat Serbia dan Tiongkok pada hari Minggu (7/5) berkumpul di lokasi bekas Kedutaan Besar Tiongkok di Beograd, Republik Federal Yugoslavia, yang dibom untuk memperingati 24 tahun pembunuhan tiga jurnalis Tiongkok dalam agresi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO tahun 1999 silam di Yugoslavia.
Duta Besar Tiongkok untuk Serbia, Chen Bo, Menteri Olahraga Serbia, Zoran Gajic, dan puluhan pejabat serta warga sipil meletakkan karangan bunga dan bunga di monumen peringatan untuk menghormati para korban, yakni Shao Yunhuan dari Kantor Berita Xinhua, dan Xu Xinghu dan istrinya Zhu Ying dari harian Guangming Daily.
Di tempat gedung kedutaan yang hancur sekarang berdiri Pusat Kebudayaan Tiongkok yang baru, menghadap ke dua monumen peringatan yang mengenang tragedi yang terjadi lebih dari dua dekade lalu.
"Meskipun 24 tahun telah berlalu, setiap pemandangan malam tragis itu tidak dapat saya lupakan secara pribadi. Hari ini kami di sini untuk melihat gedung Pusat Kebudayaan Tiongkok yang baru selesai dibangun, tetapi setiap kali saya datang ke sini, yang saya lihat di mata saya adalah masih adegan pengeboman Kedutaan Besar Tiongkok malam itu. Hilangnya nyawa mantan rekan saya secara brutal adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan tidak berani saya lupakan seumur hidup saya," ungkap Chen.
"Dua puluh empat tahun kemudian, lanskap internasional telah berubah secara dramatis, dan baik Tiongkok maupun dunia telah mengalami perubahan radikal. Meskipun politik kekuasaan dan hegemoni tetap menjadi sumber kekacauan paling dalam di dunia saat ini, kekuatan yang berkomitmen untuk pembangunan damai menjadi semakin kuat. Semakin banyak negara dan orang berbagi gagasan tentang sebuah komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan saya sangat yakin bahwa semakin banyak negara dan orang akan bersatu dan bekerja sama untuk membangun dunia yang damai abadi dan kemakmuran bersama," jelasnya.
"Para penjahat ini dengan pengecut telah membunuh wanita, anak-anak, jurnalis. Ini bukan garis depan. Dan mereka tidak cukup berani untuk turun ke Pastrik dan Kosare di Kosovo untuk melawan tentara kita. Sebaliknya, para penjahat membunuh anak-anak mereka, wanita dan teman-teman Tiongkok kami di sini," kata Gajic.
Pengeboman NATO di Yugoslavia dimulai pada 24 Maret 1999. Selama 78 hari, 2.500 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka, sementara 25.000 rumah dan sepertiga dari sektor energi negara dihancurkan dan seringkali oleh senjata ilegal seperti bom klaster dan hulu ledak uranium.
Pada tanggal 7 Mei 1999, pasukan NATO pimpinan AS melakukan serangan rudal brutal di bekas Kedutaan Besar Tiongkok di Beograd, yang menyebabkan tiga jurnalis yang bekerja di sana tewas, lebih dari 20 orang terluka, dan gedung kedutaan rusak parah.