JAKARTA, Radio Bharata Online - Pada Rabu (28/9/2022) Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia di Jakarta, dan Misi Tiongkok untuk ASEAN mengadakan resepsi secara daring memperingati 73 Tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Acara dimulai dengan pemutaran video ucapan selamat atas perayaan terbentuknya RRT dan ucapan apresiasi terhadap kontribusi Tiongkok kepada ASEAN, khususnya Indonesia. Turut memberikan ucapan antara lain Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Bambang Soesatyo, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Abdul Halim Iskandar, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko, Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Arsjad Rasjid, serta beberapa lembaga pemerintahan, dan asosiasi masyarakat lainnya.
Turut hadir dalam perayaan secara virtual Duta Besar RRT untuk Indonesia, Lu Kang, Duta Besar RRT untuk ASEAN, Deng Xijun. Juga memberikan sambutan melalui video, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.
Dalam video yang dipresentasikan, dipaparkan bagaimana perkembangan Tiongkok selama 73 tahun berdiri.
Sudah 73 tahun sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, dan pencapaian perkembangannya telah menarik perhatian dunia. Tujuan 100 tahun pertama untuk membangun masyarakat yang cukup makmur secara menyeluruh telah tercapai sesuai jadwal, dan perjalanan baru untuk membangun negara sosialis modern secara menyeluruh telah dimulai.
Khususnya dalam 10 tahun terakhir, Tiongkok telah mempercepat pembangunannya menuju jalur pembangunan yang lebih efisien, berkeadilan, berkelanjutan, dan aman dengan kualitas yang lebih tinggi.
Kekuatan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kekuatan nasional yang komprehensif terus meningkat. Kualitas kehidupan rakyat dan tingkat berbagi sosial telah membuat kemajuan bersejarah dan meningkat dalam segala aspek.
Tiongkok secara historis memecahkan masalah kemiskinan absolut yang telah menjangkiti bangsa Tionghoa selama ribuan tahun. Hampir 100 juta orang miskin pedesaan semuanya telah diangkat dari kemiskinan.
Tiongkok telah mendirikan sistem pendidikan sistem jaminan sosial dan sistem medis dan kesehatan terbesar di dunia. Harapan hidup rata-rata orang Tiongkok telah meningkat dari 75,4 menjadi 77,9 tahun.
Proporsi kelompok berpenghasilan menengah telah meningkat dari sekitar seperempat populasi menjadi sekitar sepertiga.
PDB Tiongkok telah meningkat dari 53,9 triliun yuan pada tahun 2011 menjadi 114,4 triliun yuan pada tahun 2021, dengan proporsi ekonomi dunia telah meningkat dari 11,3 persen menjadi lebih dari 18 persen.
PDB perkapita Tiongkok telah meningkat dari 6.300 dolar AS menjadi lebih dari 12.000 dolar AS. Tingkat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tetap sekitar 30 persen dalam dekade terakhir.
Pekerjaan perkotaan terus meningkat dengan 13 juta lapangan kerja diciptakan setiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah netizen Tiongkok telah mencapai 1.032 miliar dan tingkat penetrasi internet meningkat dari 42,1 persen menjadi 73 persen.
Saat ini, Tiongkok berada pada periode kritis untuk mencapai dan baru dan lebih besar. Pada Tahun 2022 Tiongkok telah secara efektif mengkoordinasikan pencegahan dan pengendalian pandemi COVID-19 serta pembangunan ekonomi dan sosial.
Ekonominya secara keseluruhan menunjukkan kecenderungan stabil dan berpulih. {ada paruh pertama tahun ini PDB Tiongkok mencapai 56.264,2 miliar yuan, peningkatan tahun ke tahun sebesar 2,5 persen dengan harga konstan.
Tiongkok terus mempromosikan revitalisasi pedesaan secara komprehensif dan mempromosikan kemakmuran bersama. Modul eksperimental Wentian dari stasiun ruang angkasa Tiongkok berhasil diluncurkan dan para astronot Tiongkok ditempatkan di stasiun ruang angkasa Tiangong yang membuka babak baru dalam pengembangan kedirgantaraan Tiongkok.
Tiongkok mengatasi kesulitan pandemi COVID-19 dan berhasil menyelenggarakan Olimpiade musim dingin Beijing, menghadirkan acara yang sederhana, aman dan luar biasa bagi para atlet di seluruh dunia.
Perkembangan Tiongkok tidak terlepas dari kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok. Pada 16 Oktober tahun ini Partai Komunis Tiongkok Berencana untuk mengadakan kongres nasional ke-20. Ini akan menjadi pertemuan yang sangat penting untuk diadakan pada saat yang kritis, ketika seluruh partai dan orang-orang dari semua kelompok etnis memulai perjalanan baru untuk membangun negara modern sosialis secara menyeluruh dan berbaris menuju tujuan ke-100 kedua.
Kongres ini akan merangkum secara komprehensif pencapaian dan pengalaman berharga, untuk bekerjasama membangun negara sosialis modern dan memajukan peremajaan besar bangsa Tiongkok secara menyeluruh.
Editor: Thomas Rizal