PARIS, Radio Bharata Online - Wali Kota Paris Anne Hidalgo pada hari Jumat (13/3) yang lalu, bahwa kota tersebut berencana untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai saat menyelenggarakan Olimpiade 2024, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi krisis polusi plastik global.
Dalam konferensi pers sesi Forum Walikota Internasional Melawan Polusi Plastik Maret silam, Hidalgo mengatakan, Prancis telah memutuskan untuk menjadikan Olimpiade sebagai acara besar pertama tanpa plastik sekali pakai.
Pengunjung yang datang ke lokasi kompetisi Olimpiade di ibukota Prancis, hanya akan diterima tanpa botol plastik.
Sementara Coca-Cola, perusahaan minuman raksasa asal Amerika Serikat yang menjadi sponsor utama Olimpiade Paris, akan mendistribusikan produknya dalam botol kaca yang dapat digunakan kembali.
Gelas yang dapat digunakan kembali juga akan digunakan untuk minuman selama maraton Olimpiade.
Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan larangan penggunaan plastik sekali pakai di Olimpiade, Hidalgo juga mengatakan, sampah plastik masih menjadi isu global utama. Setiap tahun, 14.000 mamalia dan 1,4 juta burung laut, mati karena menelan sampah plastik.
Situs Paris2024.org menyebutkan, tujuan pelarangan plastik adalah untuk mengurangi separuh emisi yang timbul terkait Olimpiade, sekaligus mengimbangi lebih banyak emisi CO2 daripada yang akan dihasilkan.
Penyelenggara Paris 2024 mengatakan, mereka secara aktif berusaha meminimalkan dampak lingkungan, dengan menggunakan 95 persen tempat yang sudah ada. Karena mengurangi jumlah proyek pembangunan baru, berarti dapat secara signifikan membatasi jejak karbon, dan memberikan pusat perhatian pada kekayaan arsitektur Prancis, dengan mengubah landmark Paris yang paling menakjubkan, menjadi arena olahraga.
Menurut Paris2024.org, inisiatif lainnya termasuk penggunaan 100 persen energi terbarukan selama Olimpiade, ekonomi sirkular, sumber makanan yang berkelanjutan, teknologi digital yang bertanggung jawab, solusi mobilitas bersih untuk armada Olimpiade, transportasi umum dan sarana transportasi yang ramah lingkungan untuk penonton, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengelolaan air. (CGTN)