Nairobi, Radio Bharata Online - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada hari Rabu (3/5) meminta pihak-pihak yang bertikai di Sudan untuk mengejar jalan perdamaian dan rekonsiliasi guna mencegah krisis kemanusiaan yang dapat melanda wilayah Tanduk Afrika yang lebih besar.

Guterres, yang berbicara pada jumpa pers di Nairobi, ibu kota Kenya, mengatakan konflik yang pecah di Sudan pada pertengahan April 2023 lalu tetap menjadi perhatian serius. Ia juga menambahkan bahwa meletakkan senjata di antara para pejuang sangat mendesak.

Ia mengatakan pertempuran harus dihentikan sekarang sebelum lebih banyak orang tewas dan konflik ini meledak menjadi perang habis-habisan yang dapat mempengaruhi kawasan tersebut selama bertahun-tahun mendatang. Sekjen PBB itu pun menambahkan semua pihak harus mengutamakan kepentingan rakyat Sudan.

"Semua pihak harus mengutamakan kepentingan rakyat Sudan dan itu berarti perdamaian, kembali ke pemerintahan sipil, memungkinkan pembangunan negara," katanya.

Guterres diperkirakan akan membahas situasi di Sudan dengan pejabat Kenya selama perjalanan resminya ke negara Afrika Timur itu selain memimpin sesi pertama Dewan Koordinasi Kepala Eksekutif Sistem PBB tahun ini.

Dewan tersebut, yang bertemu dua kali setiap tahun, menyatukan para pemimpin badan, dana, dan program PBB, serta merupakan forum koordinasi tingkat tertinggi dari sistem PBB.

Sekjen PBB mengimbau masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi Sudan bersamaan dengan pencarian perdamaian dan kembali ke pemerintahan sipil.

"Bantuan harus diizinkan masuk ke Sudan, dan kami membutuhkan akses yang aman dan segera untuk dapat mendistribusikannya kepada orang-orang yang paling membutuhkannya. Warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi. Dan pekerja kemanusiaan serta aset mereka harus dihormati. Saya menyerukan kepada pemerintah komunitas internasional untuk mendukung rakyat Sudan dalam mengejar perdamaian dan kembali ke transisi demokrasi," jelasnya.

Selain itu, Guterres juga mendesak para kombatan di Sudan untuk melindungi infrastruktur dan fasilitas penting, dan menyediakan koridor yang aman untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang lancar yang ditujukan bagi warga sipil yang terjebak dalam konflik terbaru.