BEIJING, Radio Bharata Online - Pembukaan kembali Kedutaan Besar Iran di Arab Saudi, yang menandai pencapaian tonggak sejarah bagi rekonsiliasi kedua negara yang dimediasi oleh Tiongkok, dapat mengarah pada solusi, dari serangkaian perpecahan di wilayah tersebut, dan meningkatkan lingkungan geopolitik damai di Timur Tengah.
Reuters sebagaimana dikutip The Global Times melaporkan, sebuah upacara diselenggarakan di dalam kompleks kedutaan besar Iran yang baru di Arab Saudi, dengan puluhan diplomat dan pejabat menghadiri pembukaan kembali, misi diplomatik untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Iran dan Arab Saudi mencapai kesepakatan penting yang ditengahi oleh Tiongkok pada bulan Maret, untuk memulihkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedutaan besar masing-masing.
Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, bertemu di Beijing dengan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang. Itu adalah momen Iran dan Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali hubungan diplomatik dengan segera.
Sun Degang, direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Fudan, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, pembukaan kembali Kedutaan Besar Iran di Arab Saudi, menandai tonggak sejarah bagi kawasan, dan menyoroti peningkatan upaya negara-negara regional dalam kemandirian strategis, untuk menjadi pemilik sebenarnya dari wilayah tersebut.
Selama 11 tahun terakhir, Timur Tengah telah dilanda perselisihan, perang dan konflik proksi yang tak berkesudahan. Tetapi sekarang Arab Saudi dan Iran bekerja untuk rekonsiliasi, yang selanjutnya akan mempromosikan perdamaian regional, dan normalisasi hubungan antara negara-negara yang sebelumnya berbeda, termasuk Iran dan negara-negara Arab, serta Turki dan negara-negara Arab. (GLobal Times)