BEIJING, Radio Bharata Online - Duta Besar Tiongkok untuk Prancis Lu Shaye mengatakan, kebebasan berbicara harus dijamin. Dubes mengatakan hal itu dalam tanggapan publik pertamanya, atas komentarnya baru-baru ini mengenai status kedaulatan negara-negara bekas Uni Soviet.

Kedutaan Besar Tiongkok di Prancis pada hari Sabtu mengungkapkan, menurut Lu sangat tidak adil bagi reporter saluran berita televisi Prancis LCI, yang membatasi dirinya mengekspresikan pandangannya di televisi.

Beberapa waktu yang lalu, sehari setelah wawancara dengan LCI, mereka mengundang beberapa orang yang disebut sebagai pakar Tiongkok di acara yang sama, untuk mengkritik Lu.

Lu berpendapat bahwa mereka telah melanggar etika jurnalistik.

Kepada Vu du droit pada tanggal 31 Mei, Lu mengatakan, perdebatan ini bukan tentang apakah dirinya benar atau salah, tetapi apakah ada kebebasan berbicara dalam debat publik di televisi.  Lu menekankan bahwa kebebasan berbicara harus dijamin. Khususnya dalam isu-isu internasional, benturan pandangan tidak perlu ditakuti.

Dalam krisis Ukraina, misalnya, Barat dan Rusia tidak sepakat, tapi tidak ada hakim tunggal yang memutuskan mana yang benar dan mana yang salah.

Negara-negara Barat berbicara banyak tentang menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Namun, mereka telah melakukan hal yang sebaliknya, dan bahkan saat ini di Serbia dan Kosovo, mereka memiliki posisi yang berlawanan. Lu mempertanyakan bagaimana mereka menjelaskan hal ini?  Jadi menurut Lu, boleh saja berdiskusi, tetapi tidak untuk menuding dengan tuduhan yang tidak berdasar. (Global Times)