Malaysia, Radio Bharata Online - Kapal perusak peluru kendali Zhanjiang dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok atau People's Liberation Army (PLA) tiba di perairan Langkawi, Malaysia pada Senin (22/5) sore untuk ambil bagian dalam Pameran Maritim dan Dirgantara Internasional Langkawi ke-16 alias Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/5) hingga Sabtu (27/5).

Perwira penghubung Malaysia naik ke Zhanjiang dan mengarahkan kapal tersebut ke lokasi berlabuh yang ditunjuk, yakni tempat kapal angkatan laut dari negara-negara peserta berkumpul.

Pada 16 Mei 2023, kapal perusak tersebut mengangkat jangkar dari pelabuhan militer di Kota Zhanjiang di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, dan berlayar melalui Laut Tiongkok Selatan, Selat Singapura, dan Selat Malaka.

Selama pelayaran, kapal tersebut menyelenggarakan pelatihan khusus, seperti pembentukan bagian, navigasi jalur air sempit, dan pelatihan etiket. Anggota kru juga melakukan latihan barongsai tradisional dan Chinese Tai Chi, seni bela diri berusia berabad-abad dan sekarang menjadi bentuk latihan yang populer sebelum pameran.

"Kami berharap dapat menjadikan pameran ini sebagai kesempatan untuk memperkuat pertukaran dengan angkatan laut negara-negara peserta, meningkatkan saling pengertian dengan negara-negara tersebut, dan sepenuhnya menunjukkan Angkatan Laut kami sebagai pasukan perdamaian dan peradaban," kata Wei Qiang, kapten kapal perusak tersebut.

Perwira asing pertama yang menaiki kapal perusak Tiongkok tersebut, yang menamakan dirinya Du Pishu dalam bahasa Tiongkok, mengatakan kapal besar itu sangat mengesankan baginya.

"Pertama-tama, saya pikir ketika saya berada di atas kapal ini, saya dapat melihat bahwa lingkungan di anjungan berbeda dengan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Malaysia kita. Dan kontrol komando (pusat) juga berbeda, dan juga bagaimana mereka memberi perintah kepada bawahan untuk memberikan perintah untuk memimpin kapal, dan juga untuk membawa kapal ke posisi berlabuh. Dan hari ini saya juga mengamati bahwa (kru di) kapal dan fasilitas ke arah saya dan juga petugas penghubung saya di kapal sangat baik. Dan terima kasih banyak," ungkapnya.

Tinjauan armada dijadwalkan akan diadakan pada Selasa (23/5) sore di Langkawi, di mana Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dan Menteri Pertahanan, Mohamad Hasan, akan menaiki kapal parada untuk memeriksa kapal perusak tersebut. Menurut penyelenggara, juga akan ada helikopter yang terbang di atas lapangan sebagai bagian dari pawai.

Pada hari Jum'at (26/5), kapal perusak Zhanjiang akan dibuka untuk umum, dan orang-orang akan dapat mengakses bagian dalam di dek pertama, dan platform pendaratan helikopter di dek depan dan dek tengah. Akan ada anggota kru yang memandu penonton di atas kapal dalam bahasa Inggris dan Mandarin.

Selain parade dan Open Day, Zhanjiang juga akan berpartisipasi dalam konferensi maritim internasional, konferensi teknik angkatan laut, malam festival budaya armada dan makanan, serta kegiatan lainnya dalam beberapa hari mendatang.