New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok untuk PBB pada hari Kamis (6/7) meminta pihak-pihak terkait untuk mencapai konsensus dalam melanjutkan implementasi kesepakatan nuklir Iran secara penuh dan efektif pada tanggal yang lebih awal.
Iran menandatangani Rencana Aksi Komprehensif Gabungan atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan negara-negara besar dunia pada bulan Juli 2015 lalu. Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi-sanksi terhadap negara mereka.
Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan, Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, menunjukkan bahwa pemerintahan AS sebelumnya secara sepihak menarik diri dari JCPOA dan memberikan tekanan ekstrim pada Iran, yang memicu krisis nuklir Iran.
Geng menyesalkan negosiasi telah terhenti sejak Agustus 2022 lalu. Ia menyerukan kepada AS dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memanfaatkan momentum positif, mengadopsi pendekatan pragmatis dan bergerak ke arah yang sama dengan Iran serta mendorong kembalinya JCPOA ke jalur yang benar.
Dia juga mendesak AS untuk mencabut semua sanksi sepihak dan tindakan "yurisdiksi lengan panjang" terhadap Iran dan pihak ketiga mana pun, menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang salah dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk dimulainya kembali implementasi JCPOA secara dini dan penuh.
"Belum lama ini, Iran dan Arab Saudi telah memulai kembali hubungan diplomatik yang bersejarah melalui perundingan di Beijing. Hal ini telah menyuntikkan momentum dan harapan ke dalam penyelesaian politik masalah nuklir Iran dan isu-isu penting lainnya di Timur Tengah serta rekonsiliasi komprehensif di wilayah tersebut. Tiongkok siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menegakkan multilateralisme sejati, mengimplementasikan Inisiatif Keamanan Global, dan mengikuti jalur keamanan bersama, sehingga dapat bersama-sama membangun arsitektur keamanan baru di Timur Tengah dan mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di wilayah tersebut," jelas Geng.
Geng mengatakan Tiongkok selalu berkomitmen untuk menjaga efektivitas JCPOA dan otoritas resolusi Dewan Keamanan, dan selalu berpartisipasi dalam penyelesaian politik dan diplomatik masalah nuklir Iran dengan pendekatan yang konstruktif.
Ia juga mengatakan Tiongkok siap untuk terus menjalin hubungan erat dengan semua pihak untuk mendorong JCPOA kembali ke jalur yang benar sejak dini, menjaga rezim non-proliferasi nuklir internasional serta perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.