WENZHOU, Radio Bharata Online - Terdapat "samudra biru" berita antara Tiongkok dan ASEAN, yang layak untuk dimanfaatkan oleh organisasi media di antara kedua belah pihak. Demikian ungkapan para profesional media, di Forum Kerja Sama Media ASEAN-Tiongkok 2023, pada hari Senin di Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur.
Sejak debutnya pada tahun 2018, tahun ini menandai tahun keenam penyelenggaraan forum tersebut, di tengah meningkatnya permintaan informasi dari ASEAN dan Tiongkok.
Para ahli di forum tersebut menyerukan kerja sama yang lebih erat antara organisasi media dari kedua belah pihak, terutama pada saat mereka menjadi korban dari rumor dan pemberitaan clickbaiting, dan mereka juga menghadapi perselisihan yang ditabur oleh media Barat.
Dalam pidatonya, Du Zhanyuan, presiden China International Communications Group (CICG), mengatakan bahwa forum ini merupakan tindakan nyata untuk mengimplementasikan Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global. Dan sangat penting untuk berbagi pengalaman pembangunan dan mempromosikan komunikasi dan kerja sama.
Sedangkan Shi Zhongjun, Sekretaris Jenderal ASEAN-China Centre, menekankan bahwa hubungan Tiongkok-ASEAN yang semakin erat, telah menjadi penstabil, penyeimbang, dan pendorong bagi kawasan dan bahkan dunia, menjadi contoh yang baik bagi kerja sama internasional dan pembangunan bersama.
Duta Besar Myanmar untuk Tiongkok Tin Maung Swe, mendorong media di negara-negara ASEAN untuk menceritakan lebih banyak cerita indah, tentang kerja sama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan ASEAN, sekaligus mempromosikan komunikasi kebijakan strategis antara kedua belah pihak.
Ketika ASEAN menghadapi persaingan kekuatan besar yang semakin intensif, dan meningkatnya ketegangan Tiongkok-AS, negara-negara ASEAN tidak hanya menjadi penonton yang hanya melihat dari pinggir lapangan, tetapi organisasi media dari ASEAN dan Tiongkok, memiliki peran yang lebih besar dalam memfasilitasi pemahaman dan mempromosikan pembangunan. (Global Times)