New York, Radio Bharata Online - Utusan Tiongkok untuk PBB mengatakan Tiongkok berharap untuk melihat Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa atau Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) memainkan "peran positif dan konstruktif" dalam menjaga perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Eropa.

Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan pada hari Kamis, Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, meminta organisasi keamanan regional tersebut untuk membantu mengamankan keamanan Eropa yang kooperatif, bersama dan berkelanjutan di tengah meningkatnya risiko.

Geng mendesak OSCE untuk melakukan upaya yang lebih besar guna meningkatkan rasa saling percaya di antara negara-negara anggota, mencegah dan menengahi konflik dengan lebih baik, serta menangani ancaman keamanan non-tradisional.

Ia berharap organisasi ini dapat memanfaatkan mekanisme yang ada dengan baik, meningkatkan upaya mendorong pembicaraan damai melalui mediasi, dan mempertimbangkan kepentingan semua pihak secara seimbang.

Geng juga mendesak negara-negara anggota OSCE untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan politik ekstrem, sambil membangun rasa saling percaya melalui dialog dan konsultasi, menggunakan narasi damai untuk menyelesaikan perselisihan, dan mencapai keamanan melalui kerja sama, bukan konfrontasi.

"OSCE harus bekerja dengan masyarakat internasional untuk menegakkan multilateralisme yang nyata, menjaga sistem internasional dengan PBB sebagai intinya, memelihara tatanan internasional yang didukung oleh hukum internasional, dan memelihara norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional berdasarkan tujuan dan prinsip-prinsip dari Piagam PBB. Bersama-sama, kita akan mempromosikan hubungan internasional yang demokratis dan berbasis hukum, serta berdedikasi untuk mencapai keamanan berkelanjutan di Eropa," papar Geng kepada para perwakilan di diskusi tersebut.

Geng juga menegaskan kembali posisi Tiongkok dalam masalah Ukraina.

"Kami selalu percaya bahwa semua negara pantas dihormati atas kedaulatan dan integritas teritorialnya, bahwa tujuan dan prinsip Piagam PBB harus diperhatikan, bahwa masalah keamanan yang sah dari negara mana pun harus ditanggapi dengan serius, dan dukungan itu harus diberikan pada semua upaya yang kondusif untuk menyelesaikan krisis secara damai," jelasnya.