Rabat, Radio Bharata Online - Legislator top Tiongkok, Zhao Leji, telah berjanji untuk memperdalam kerja sama Tiongkok dengan Maroko dan mempromosikan pertukaran parlementer antara kedua negara.

Atas undangan Ketua Dewan Perwakilan Maroko, Rachid Talbi Alami, Zhao, yang juga Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), melakukan kunjungan niat baik resmi ke negara itu dari Kamis (11/5) hingga Minggu (14/5) lalu

Ia bertemu dengan Perdana Menteri Maroko, Aziz Akhannouch, dan mengadakan pembicaraan masing-masing dengan Alami dan Mohamed Hanine, Wakil Ketua Pertama Dewan Penasihat Maroko, di Rabat.

Saat bertemu dengan Akhannouch, Zhao mengatakan bahwa, di bawah arahan strategis Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Raja Maroko Mohammed VI, hubungan Tiongkok-Maroko telah berkembang pesat dan berada dalam kondisi terbaiknya.

Zhao menyerukan implementasi lebih lanjut dari konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara dan mengangkat kemitraan strategis Tiongkok-Maroko ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia mengatakan Tiongkok berterima kasih kepada Maroko karena mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan memberi Tiongkok dukungan berharga dalam isu-isu yang mencakup Taiwan, Xinjiang, Tibet, dan hak asasi manusia.

Menurutnya, Tiongkok bersedia memperdalam kerja sama dengan Maroko dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI), secara aktif mengimplementasikan hasil KTT Tiongkok-Arab pertama dan Forum Kerjasama Tiongkok-Afrika (FOCAC), memanfaatkan potensi kerja sama, memperluas pertukaran orang-ke-orang, dan mempromosikan pembelajaran timbal balik antara dua peradaban dan konektivitas orang-ke-orang.

Zhao pun menambahkan bahwa Tiongkok siap untuk bekerja dengan negara-negara Arab, termasuk Maroko, guna membangun komunitas Tiongkok-Arab dengan masa depan bersama di era baru untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kemitraan strategis Tiongkok-Arab.

Di sisi lain, Akhannouch mengatakan pembentukan kemitraan strategis antara Maroko dan Tiongkok, yang diumumkan oleh kedua kepala negara pada tahun 2016, membuka era baru bagi hubungan bilateral.

Ia juga menambahkan bahwa Maroko menganut prinsip satu-Tiongkok dan dengan tegas mendukung Tiongkok dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Perdana Menteri Maroko itu menyuarakan pula keinginan untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang, seperti kerja sama BRI, perdagangan dan investasi, serta pertukaran orang-ke-orang, guna mendorong pengembangan hubungan bilateral.

Selama pembicaraannya masing-masing dengan Alami dan Hanine, Zhao mengatakan bahwa Maroko adalah salah satu negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok, dan kedua negara tetap setia pada aspirasi awal mereka untuk saling membantu dan membuat kemajuan bersama.

Karena tahun ini menandai peringatan 65 tahun pembentukan hubungan diplomatik Tiongkok-Maroko, Zhao meminta kedua negara untuk saling mendukung dengan teguh, memperdalam kerja sama praktis, memperkuat koordinasi multilateral, dan mempromosikan pengembangan lebih lanjut dari kemitraan strategis Tiongkok-Maroko.