Moskow, Radio Bharata Online - Berdasrkan laporan RIA Novosti Rusia yang mengutip pernyataan Walikota Moskow, Sergei Sobyanin, beberapa bangunan rusak ringan akibat serangan pesawat tak berawak di Moskow pada hari Selasa (30/5) pagi. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia pada hari yang sama, kedelapan drone tersebut ditembak jatuh.
Sobyanin mengatakan tidak ada korban yang mengalami luka parah. Dua orang telah dipulangkan setelah menerima perawatan medis. Bangunan yang diserang terletak di barat daya Moskow dan ditabrak oleh drone sekitar pukul 05:00, dan untungnya tidak ada ledakan.
"Suara aneh membangunkan saya sekitar pukul 05:00. Saya bangun dan melihat keluar melalui lubang intip untuk berjaga-jaga. Saya melihat polisi dan satpam, jadi saya membuka pintu. Ada bau minyak tanah. Saya bertanya apa yang terjadi? Penjaga keamanan mengatakan sebuah drone menghantam gedung kami dan mereka sedang mengevakuasi warga," kata seorang warga gedung yang diserang.
Gubernur Negara Bagian Moskow, Andrey Vorobyov, mengatakan di akun media sosialnya bahwa beberapa drone ditembak jatuh ketika mereka mendekati pusat kota Moskow. Di sisi lain, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan serangan drone terhadap infrastruktur sipil adalah "tanda yang jelas dari aktivitas teroris".
Menurut siaran pers yang diadakan Kremlin pada hari Selasa (30/5), Putin mengatakan bahwa Kiev telah memilih jalan yang berbeda, yaitu mencoba mengintimidasi Rusia dan warganya, serta menyerang bangunan tempat tinggal setempat.
"Mereka memprovokasi kita untuk meniru tindakan. Mari kita lihat apa yang harus dilakukan," katanya dalam pernyataan itu.
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, membantah keterlibatan langsung Ukraina dalam serangan di Moskow.