Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok tidak akan pernah berkompromi atau membuat konsesi dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya, kata Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers hari Rabu (7/6) di Beijing. Wang mencatat bahwa praktik hegemonik AS adalah akar penyebab risiko keamanan di laut dan udara.

"Dalam hal penindasan dan intimidasi, Amerika Serikat tahu lebih baik daripada negara mana pun apa artinya. Menurut laporan, pada tahun 2022 saja, Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 800 pesawat pengintai besar untuk pengintaian jarak dekat di Tiongkok. Pada tahun 2022, militer AS juga mengirim kelompok penyerang kapal induk ke Laut Tiongkok Selatan dan sekitarnya dalam beberapa kesempatan," ujarnya. 

"Tindakan mengandalkan keunggulan militer untuk memamerkan kekuatannya dan melanggar kedaulatan negara lain adalah tindakan penindasan dan intimidasi. Selain itu, juga merupakan akar penyebab risiko keamanan di laut dan di udara, serta kerusakan pada perdamaian dan stabilitas kawasan," lanjut Wang. 

"Tanggapan Tiongkok terhadap provokasi militer AS di perairan dan udara sesuai dengan undang-undang dan peraturan adalah sah dan sesuai hukum, serta tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut 'intimidasi'. Dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah, Tiongkok tidak memiliki ruang untuk kompromi atau konsesi. Tidak ada 'penindasan' atau 'intimidasi' di sini, hanya prinsip dan garis dasar yang dianut Tiongkok," jelasnya.