Sichuan, Radio Bharata Online - Saat panen musim panas dimulai di seluruh Tiongkok, mesin pertanian telah digunakan untuk membantu petani mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Di Kabupaten Zitong di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok, sekitar 16.453 hektar tanaman gandum telah matang dan lebih dari 1.000 pemanen bekerja di ladang tanaman.
"Kami sedang panen gandum. Setelah panen, kami akan segera membajak sawah dan mulai menanam jagung dan kedelai," ujar Zhang Ronghong, seorang petani setempat.
Di Kabupaten Zhenfeng di Provinsi Guizhou, barat daya Tiongkok, para pemanen membantu petani menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi.
"Butuh tiga orang untuk memanen satu mu (sekitar 0,07 hektar). Dibutuhkan dua orang lagi untuk merontokkan. Semua ini membutuhkan 500 yuan (sekitar 71,86 dolar AS). Jika kita menggunakan mesin besar untuk memanen, biayanya hanya 80 yuan (sekitar 11,50 dolar AS) per mu," kata Peng Wanli, seorang pejabat setempat.
Oilseed rapes juga sedang musim panen di Kota Yingcheng di Provinsi Hubei, Tiongkok tengah. Pemerintah setempat sudah mempromosikan pertanian mekanis untuk tumbuhan tersebut. Saat ini, tingkat mekanisasi kota atas panen oilseed rapes telah mencapai lebih dari 95 persen.
"Tahun ini, saya menanam 37 mu oilseed rapes. Dengan bantuan teknologi, saya mendapatkan panen besar di oilseed rape. Hasil panen per mu diperkirakan 170 kilogram, dengan peningkatan pendapatan 480 yuan (sekitar 68,98 dolar AS)," jelas Tian Xiangliang, seorang penduduk desa setempat.
Menabur padi dan kedelai juga sedang berlangsung di timur laut Tiongkok. Alat penanam padi tak berawak, dilengkapi dengan BeiDou Navigation Driving System, telah digunakan di Kabupaten Fujin di Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok. Dibandingkan dengan pencangkok berkecepatan tinggi tradisional, teknologi itu bisa menyelesaikan semua prosedur.
"Bibit padi yang ditanam alat pencangkok kualitasnya bagus. Bibit mesin tidak hanya bisa lurus, tapi juga cepat. Dengan bantuan dua orang, tanam di lahan miliknya yang luasnya 10 hektar bisa selesai dalam tiga hari. Saat ini, pertanian perlu mengandalkan teknologi," kata Yao Hongtian, seorang warga desa setempat.