Phnom Penh, Radio Bharata Online - Kamboja pada hari Rabu (7/6) lalu resmi memulai pembangunan jalan tol kedua investasi dari Tiongkok. Tol ini bakal menghubungkan ibu kota Phnom Penh dengan kota Bavet di provinsi Svay Rieng di perbatasan dengan Vietnam.
Perdana Menteri Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, dan Duta Besar Tiongkok untuk Kamboja, Wang Wentian, memimpin upacara di Kandal, yang dihadiri sekitar 5.000 orang.
Diinvestasikan oleh China Road and Bridge Corporation sebesar 1,3 miliar dolar AS, proyek tol sepanjang 135,1 km ini akan dikembangkan dalam bentuk BOT (Build-Operate-Transfer) dengan masa operasional 50 tahun. Proyek tol empat jalur tersebut diharapkan selesai dalam empat tahun.
Berbicara di acara tersebut, Hun Sen mengatakan bahwa jalan bebas hambatan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tiongkok karena telah berinvestasi di jalan bebas hambatan di negara Asia Tenggara tersebut.
Hun Sen mengatakan Jalan Tol Phnom Penh-Bavet juga akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi bagi Kamboja. Ia pun menambahkan bahwa bepergian dengan jalan tol menghemat waktu dan uang.
Wang mengatakan 2023 menandai peringatan 65 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Kamboja dan peringatan 10 tahun Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI).
Menurutnya, proyek Jalan Tol Phnom Penh-Bavet ini tidak hanya merupakan simbol persahabatan dan kerja sama antara Tiongkok dan Kamboja, tetapi juga merupakan hasil dari keselarasan yang baik antara inisiatif dan strategi persegi panjang Kamboja.
China Road and Bridge Corporation juga merupakan pengembang Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville sepanjang 187 km, yang telah digunakan sejak Oktober tahun lalu.