Khartoum, Radio Bharata Online - Pengungsi Tiongkok, Li Jingchen, mencatat pelariannya selama tiga hari dari Sudan yang dilanda kekerasan, karena negara itu mengalami bentrokan bersenjata yang mematikan selama hampir dua minggu.

Li termasuk di antara 678 orang yang dievakuasi ke Arab Saudi melalui kapal angkatan laut Tiongkok. Ia dan pengungsi lainnya berkumpul di kedutaan Tiongkok di Sudan pada Senin (24/4) pagi, menunggu untuk diangkut dari negara yang dilanda konflik tersebut.

"Pada 24 April, kami naik bus yang disiapkan kedutaan dan berangkat dari ibu kota ke Port Sudan. Tembakan senjata masih terdengar di ibu kota," kata Li dalam video yang dia rekam saat melarikan diri dari ibu kota Sudan, Khartoum.

Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam, para pengungsi tiba di Port Sudan dan beristirahat di kamp sebelum berangkat ke pelabuhan Saudi.

"Dalam perjalanan keluar, kami melewati banyak pos pemeriksaan yang dikendalikan oleh kedua belah pihak yang berkonflik, berhasil mencapai Port Sudan 14 jam kemudian, dan menetap di sebuah kamp yang diatur oleh kedutaan. Saat ini, konflik di Sudan telah berlangsung lebih dari 10 hari. Saya sangat menghargai ketekunan dan dedikasi staf kedutaan," jelas Li.

Setelah istirahat sejenak di kamp, ​​Li dan pengungsi lainnya naik ke kapal angkatan laut Tiongkok menuju Arab Saudi.

"Sekarang kami berada di kapal dari Pelabuhan Sudan ke Pelabuhan Jeddah, dan akan segera tiba di Pelabuhan Jeddah," kata Li dalam video tersebut.

Kapal mencapai Pelabuhan Jeddah pada Kamis (27/4) pagi.

"Sekarang sudah jam satu siang waktu Saudi. Kami naik bus yang disediakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Arab Saudi selama setengah jam. Kami baru saja tiba di sebuah hotel. Kami sangat bersemangat dan melakukan panggilan video ke keluarga dan teman-teman di rumah mengatakan kami aman. Sangat berterima kasih kepada ibu pertiwi," ungkap Li.