BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok telah mengirimkan "pabrik minyak terapung" pertamanya dengan sistem operasi terintegrasi darat-laut, menandai terobosan baru dalam penerapan teknologi kembar digital di negara tersebut.

Kapal Haiyang Shiyou 123 (Offshore Oil 123), merupakan unit penyimpanan dan pembongkaran produksi terapung (FPSO), yang dapat mengolah minyak dan gas di laut, menghemat proses perpipaan dari rig lepas pantai ke pabrik di darat.

Kapal dilengkapi dengan lebih dari 8.000 sensor yang memantau suhu, tekanan, dan tingkat cairan.

Data yang dikumpulkan oleh sensor ditransmisikan ke ruang server, di mana perintah dibuat untuk mengontrol produksi kapal.

Deng Xin, seorang insinyur di kapal tersebut mengatakan, algoritme membantu membuat keputusan lebih optimal, dimana ketika terjadi kesalahan, dapat segera mendiagnosis dan mengambil tindakan lebih cepat.

Selain sistem on-board, kembaran digital kapal juga dibangun di darat untuk memungkinkan operasi terintegrasi darat-laut.

Kembaran digital terletak di pusat kendali pintar di Kota Shenzhen, yang berjarak 1.000 kilometer dari lokasi kapal.

Digital twin merupakan replika virtual kapal yang dapat digunakan untuk memantau proses produksi secara real-time.

Zhang Baolei, wakil kepala teknisi proyek Haiyang Shiyou 123 mengatakan, sistem baru ini jauh lebih cepat daripada proses berbasis pengalaman konvensional. Klon Teknologi ini meningkatkan kemampuan dalam menghadapi keadaan darurat.

Perkiraan kapasitas kapal adalah 1,5 juta ton per tahun, merupakan tonggak penting dalam industri minyak dan gas Tiongkok. Teknologi canggih kapal akan membantu meningkatkan efisiensi dan keamanan produksi minyak lepas pantai.

Ini juga merupakan bukti kemampuan Tiongkok yang berkembang di bidang teknologi kembar digital. (CGTN)