BEIJING, Bharata Online - Kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Tiongkok diharapkan dapat memperkuat pembangunan hubungan Tiongkok -AS agar lebih strategis, konstruktif, dan stabil di tengah dinamika geopolitik global.

Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke  Tiongkok  dalam hampir sembilan tahun terakhir.

Hubungan bilateral  Tiongkok  dan Amerika Serikat dinilai tetap menjaga stabilitas secara keseluruhan meski mengalami berbagai pasang surut dalam beberapa tahun terakhir.

Diplomasi tingkat kepala negara disebut memainkan peran penting sebagai “jangkar” hubungan kedua negara dan menjadi pelindung strategis bagi pengembangan kerja sama bilateral.

Seperti dikutip dari pantau.com, selama lebih dari satu tahun terakhir, Presiden  Tiongkok  Xi Jinping dan Presiden Donald Trump terus menjalin komunikasi melalui panggilan telepon hingga pertemuan bilateral di Busan, Korea Selatan.

Sejak pertemuan di Busan pada Oktober tahun lalu, hubungan  Tiongkok  dan AS disebut mempertahankan momentum positif yang mendapat perhatian komunitas internasional.

“Dialog lebih baik daripada konfrontasi,” demikian pernyataan Presiden Xi Jinping terkait hubungan kedua negara.

Xi juga menekankan kedua negara perlu melihat manfaat jangka panjang dari kerja sama dan bersama-sama memikul tanggung jawab sebagai negara besar di tengah tantangan global.

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi kedua negara karena China memulai periode Rencana Lima Tahun ke-15 untuk 2026-2030.

Sementara itu, Amerika Serikat akan memperingati 250 tahun kemerdekaannya pada tahun ini.

Tiongkok  juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, sedangkan AS akan menjadi tuan rumah KTT G20. Komunitas internasional disebut berharap hubungan  Tiongkok -AS berkembang secara sehat dan stabil demi kepentingan global.

Sebagai negara berkembang terbesar dan negara maju terbesar di dunia,  Tiongkok  dan Amerika Serikat dinilai sama-sama memperoleh keuntungan dari kerja sama dan akan dirugikan jika terjadi konfrontasi.

Hubungan stabil antara kedua negara disebut semakin penting di tengah kondisi dunia yang dipenuhi perubahan dan ketidakpastian global.

Perkembangan hubungan  Tiongkok -AS yang sehat dan berkelanjutan disebut membutuhkan semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

Kedua negara juga diharapkan memperkuat dialog, mengelola perbedaan dengan baik, dan memperluas kerja sama praktis di berbagai sektor.

Hubungan  Tiongkok  dan AS dinilai menjadi salah satu hubungan bilateral terpenting di dunia saat ini karena pilihan strategis kedua negara akan memengaruhi lanskap global di masa depan.

Diplomasi tingkat kepala negara diharapkan mampu menjaga stabilitas hubungan bilateral di tengah tantangan geopolitik internasional.

Pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump juga diharapkan menghadirkan stabilitas dan kepastian yang lebih besar bagi dunia internasional. [Pantau]