Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok mendukung upaya yang kondusif untuk meredakan situasi masalah nuklir Iran untuk memenangkan waktu penyelesaian politik dan damai, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada jumpa pers di Beijing, Senin (25/6).
Mao membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan reporter tentang komentar Tiongkok tentang negosiasi tidak langsung AS melalui pihak ketiga dengan Iran untuk mencapai "kesepakatan informal".
"Rencana Aksi Komprehensif Bersama/Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) adalah pencapaian penting diplomasi multilateral. Melanjutkan implementasi JCPOA secara penuh dan efektif melalui dialog dan negosiasi adalah cara yang benar dan efektif untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran. Sejak tahun lalu, negosiasi tentang melanjutkan kepatuhan JCPOA telah menemui jalan buntu," ujarnya.
"Tiongkok tetap berhubungan dekat dengan semua pihak terkait dan mendesak mereka untuk meningkatkan upaya diplomatik untuk membawa JCPOA kembali ke jalur yang benar sejak dini, melindungi rezim non-proliferasi nuklir internasional dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," lanjut Mao.
Mao menekankan Tiongkok mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan kekhawatiran semua pihak yang sah dan masuk akal harus dipertimbangkan untuk solusi akhir.
"Tiongkok telah memperhatikan bahwa pihak-pihak terkait secara aktif berusaha untuk mengelola masalah nuklir Iran. Kami mendukung upaya yang kondusif untuk meredakan situasi sehingga mendapatkan waktu dan menciptakan kondisi untuk penyelesaian politik dan diplomatik," katanya.
"Pada saat yang sama, upaya yang relevan harus menegakkan konsensus yang telah dicapai dalam negosiasi sebelumnya, mengatasi kekhawatiran yang sah dan masuk akal dari semua pihak secara seimbang, dan mematuhi prospek untuk melanjutkan JCPOA. Jika tidak, tak ada solusi yang berkelanjutan atau dapat menyelesaikan masalah secara mendasar. Tiongkok akan terus secara aktif mendorong pembicaraan damai sambil dengan tegas menjaga hak dan kepentingannya yang sah dan sesuai hukum," jelas Mao.