Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok berharap pemerintah sementara Afghanistan akan memenangkan pemahaman dan kepercayaan internasional dengan tindakan nyata, kata Juru Bicara urusan luar negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada hari Rabu (10/5) dalam pernyataan bersama setelah Dialog Menteri Luar Negeri Tiongkok-Afghanistan-Pakistan ke-5.

Dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari, dialog di Islamabad tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang, dan Penjabat Menteri Luar Negeri pemerintah sementara Afghanistan, Amir Khan Muttaqi.

Dialog Menteri Luar Negeri Tiongkok-Afghanistan-Pakistan ke-5, yang berhasil diselenggarakan baru-baru ini, adalah dialog formal pertama antara para menteri luar negeri dari tiga negara tersebut sejak perubahan besar dalam situasi di Afghanistan pada Agustus 2021 lalu..

"Ini sangat memudahkan kelanjutan dari hubungan bertetangga yang baik dan kerja sama praktis antara ketiga negara di era baru, membantu penyelesaian politik untuk masalah Afghanistan, dan memandu komunitas internasional untuk menstabilkan situasi di Afghanistan dan membantu negara tersebut. Di bawah semangat yang kuat promosi Tiongkok, ketiga pihak mengeluarkan pernyataan bersama, mencapai konsensus tentang kerja sama yang lebih erat di bidang politik, pembangunan, dan keamanan, serta menyepakati cara-cara kerja sama," jelas Wang.

Menurut Wang, dokumen itu memiliki arti besar bagi hubungan Tiongkok-Afghanistan dan perang melawan terorisme.

"Ini adalah dokumen multilateral pertama yang diikuti oleh pemerintah sementara Afghanistan dan komitmen tertulis pertama yang dibuat oleh Taliban Afghanistan tentang intoleransi terhadap tindakan terorisme dan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok teroris seperti Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM), yang memiliki arti besar bagi pengembangan hubungan Tiongkok-Afghanistan dan kerja sama kontra-terorisme di wilayah tersebut," kata Wang.

Wang juga mengatakan bahwa Tiongkok berharap Afghanistan akan memenangkan pemahaman dan kepercayaan internasional dengan tindakan nyata, sehingga dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan baginya untuk mengembangkan hubungan dengan tetangganya dan berintegrasi ke dalam komunitas internasional.

"Sebagai tetangga ramah tradisional Afghanistan, Tiongkok selalu berpikir bahwa Afghanistan tidak boleh dikecualikan dari komunitas internasional, kepentingan dan kesejahteraan rakyat Afghanistan patut mendapat perhatian, rekonstruksi Afghanistan harus didorong, dan kedaulatan serta integritas wilayah Afghanistan harus dihormati," ujarnya. 

"Sementara itu, kami telah memperhatikan bahwa masyarakat internasional masih memiliki banyak keprihatinan dan harapan terhadap pemerintah sementara Afghanistan, termasuk harapan akan kebijakan internal dan luar negeri yang moderat dan stabil, lebih banyak kemajuan dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak, dan sikap yang lebih tegas dan hasil yang lebih nyata dalam memerangi terorisme," lanjut Wang. 

"Kami berharap pemerintah sementara Afghanistan akan mengambil langkah tegas ke arah yang benar dan melakukan upaya nyata untuk memenangkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat internasional, sehingga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi Afghanistan untuk lebih mengembangkan hubungan bertetangga baik dan bersahabat dengan tetangganya dan berintegrasi ke dalam komunitas internasional," imbuhnya.