Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada konferensi pers hari Selasa (6/6) mengatakan Asia terletak di luar jangkauan geografis Atlantik Utara, dan tidak perlu membuat apa yang disebut NATO sebagai versi Asia-Pasifik. Ia juga menekankan bahwa Jepang harus membuat keputusan yang tepat demi kepentingan stabilitas dan pembangunan daerah.

Wang membuat pernyataan tersebut pada jumpa pers reguler di Beijing ketika mengomentari pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, tentang penolakan NATO untuk membuka kantor penghubung di Jepang.

"Kami telah mencatat laporan yang relevan. NATO telah berkali-kali menyatakan di depan umum bahwa posisinya sebagai aliansi regional tidak berubah dan tidak mencari terobosan geografis. Asia terletak di luar cakupan geografis Atlantik Utara, dan tidak perlu mendirikan yang disebut 'versi Asia-Pasifik' dari NATO," ujarnya. 

"Namun, NATO terobsesi untuk bergerak ke timur menuju Asia-Pasifik, mengintervensi urusan regional dan memprovokasi konfrontasi blok. Apa yang sebenarnya dilakukan NATO?" kata Wang.

"Gerakan terkait NATO telah menyebabkan komunitas internasional, terutama negara-negara Asia, menjadi sangat waspada. Saya telah mengatakan kemarin bahwa sebagian besar negara di kawasan sangat jelas tentang masalah ini dan menentang kolokasi berbagai blok militer di kawasan," jelasnya. 

"Mereka tidak menyambut NATO untuk memperluas tentakelnya ke Asia, dan tidak menerima replikasi konfrontasi blok ke Asia, dan tidak mengizinkan Perang Dingin atau perang panas terulang kembali di Asia. NATO harus tetap jernih dalam masalah ini. Jepang juga harus membuat keputusan yang tepat demi kepentingan stabilitas dan pembangunan kawasan. Jangan melakukan apa pun yang merusak rasa saling percaya di antara negara-negara kawasan dan merusak perdamaian dan stabilitas kawasan," tegas Wang.