BEIJING, Radio Bharata Online - Otoritas Tiongkok akan merilis pedoman guna mengatur konten mini drama yang mempertontonkan pamer kekayaan atau flexing dan kekuasaan.
Pedoman yang dirilis oleh Administrasi Radio dan Televisi Nasional tersebut menekankan bahwa konten kreator harus mematuhi prinsip-prinsip realisme saat memproduksi mini drama yang menggambarkan komunitas wirausaha.
Para kreator juga harus menghindari cerita yang tidak masuk akal, karena konten seperti itu dapat mendistorsi persepsi publik terhadap wirausahawan Tiongkok dan merusak profil komunitas wirausaha.
Pedoman tersebut menyatakan bahwa konten kreator harus menceritakan kisah-kisah pengusaha Tiongkok dari masa lalu dan masa kini, dan tidak hanya terbatas pada tema-tema hubungan asmara dan pertikaian keluarga, selain itu, konten kreator harus menghindari mempromosikan konsep pernikahan pada individu dan keluarga yang berkuasa dan kaya. Ditekankan pula, drama berdurasi pendek tidak boleh dengan sengaja menciptakan poin-poin menarik dengan mempromosikan materialisme, memamerkan kekayaan, kekuasaan, atau hedonisme.
Tema dan karakterisasi protagonis juga tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai arus utama, dan mini drama harus menghindari mempromosikan pandangan tentang mendapatkan sesuatu tanpa kerja keras atau tanpa mengeluarkan biaya, kesuksesan instan, atau mendapat kekayaan dalam semalam. [Global Times]