AMIZMIZ, Radio Bharata Online - Warga Tionghoa perantauan di Maroko bahu-membahu memberikan bantuan tunai dan barang ke daerah bencana, ketika jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat tiga hari lalu mencapai 2.862 orang.
Pada hari Senin, pekerjaan pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di antara tim rescue dari Spanyol, Inggris, dan negara-negara lain yang ditempatkan di Amizmiz, sebuah kota kecil di kaki Pegunungan Atlas yang dilanda gempa.
Presiden Federasi warga Tionghoa Perantauan, Lin Weiqiang kepada Xinhua pada hari Senin mengatakan, Federasi Industri dan Perdagangan Warga Negara Tiongkok di Maroko telah melakukan seruan donasi kepada komunitas Tionghoa setempat. Setelah terkumpul, bantuan tersebut akan dikirimkan oleh kedutaan Tiongkok ke pihak Maroko.
Kamar Dagang Maroko-Tiongkok juga mengalokasikan pasokan darurat ke lokasi bencana.
Nasser Bouchiba, presiden Asosiasi Kerjasama Afrika-Tiongkok untuk Pembangunan, mengucapkan terima kasih kepada warga Tiongkok perantauan di seluruh kerajaan Maroko, atas bantuan yang mereka berikan. Nasser mengaku terharu melihat teman-teman Tiongkok berusaha semaksimal mungkin mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang dilanda bencana.
Nasser Bouchiba menambahkan, di pusat gempa terdapat desa-desa pegunungan yang padat penduduk, dimana cuaca yang berubah-ubah membuat upaya penyelamatan menjadi lebih menantang.
Episentrum gempa yang terjadi hari Jumat itu berada di dekat kota Ighil di Provinsi Al Haouz, sekitar 70 km selatan Marrakesh.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, telah mengalokasikan 1 juta franc Swiss (1,12 juta dolar AS) dari dana darurat bencana, untuk membantu Bulan Sabit Merah Maroko (MRC) dalam upaya mitigasi di lapangan.
Pada hari Sabtu, Masyarakat Palang Merah Tiongkok mengumumkan bahwa mereka akan memberikan MRC uang tunai sebesar USD 200.000 sebagai bantuan kemanusiaan darurat, untuk pekerjaan penyelamatan dan bantuan bencana.
Hingga Senin malam, gempa bumi telah menewaskan 2.862 orang dan melukai sedikitnya 2.562 orang di Maroko. (China Daily)