BEIJING, Radio Bharata Online - Dari robot anti-teror, kendaraan antipeluru, hingga pendeteksi obat peledak genggam, pameran peralatan polisi paling otoritatif yang diadakan di Beijing, menampilkan berbagai teknologi mutakhir Tiongkok, untuk mempromosikan modernisasi peralatan polisi.
Ransel petugas SWAT (Special Weapons And Tactics - Senjata dan Taktik Khusus), menarik banyak perhatian di area pameran peralatan.
Petugas yang dilengkapi SWAT, dapat dengan cepat memanjat tembok luar gedung dengan alat hisap yang terhubung dengan salah satu ujung tabung, memakai sepatu khusus, dan tanpa harus bergantung pada pelempar tali.
Seorang petugas polisi SWAT dari Provinsi Shandong, Tiongkok Timur kepada Global Times mengatakan, peralatan khusus ini memungkinkan petugas SWAT bisa memanjat tembok vertikal selama lebih dari 30 menit, sambil membawa beban maksimum 200 kilogram. Ini tentu meningkatkan kemampuan tempur polisi SWAT yang sebenarnya.
Pameran mengesankan lainnya adalah robot anti-teror bernama Hunter, yang merupakan robot tempur kecil multifungsi, yang digunakan dalam operasi anti-terorisme, penyergapan, patroli perbatasan, dan operasi terowongan bawah tanah. Robot, dapat secara efektif mengintai, mengalihkan perhatian, dan melumpuhkan target.
Sementara di area pameran anti narkoba, sistem aplikasi pengujian narkoba portabel, dapat mendeteksi hingga sembilan jenis narkoba, hanya dengan menguji rambut pengguna narkoba, tanpa memerlukan instrumen khusus.
Hu Chou dari pembuat peralatan itu kepada Global Times mengatakan, hasil pengujian dapat ditampilkan di ponsel dalam hitungan detik, menjadikannya alat yang efektif bagi petugas polisi, dalam penggerebekan narkoba dan skenario pengujian narkoba harian. (Global Times)