BEIJING, Radio Bharata Online - Tiga drone Kembar Ekor Kalajengking Tiongkok, terbang dalam formasi pada tanggal yang dirahasiakan, pada paruh pertama tahun 2023. Ini menandai pertama kalinya drone tahan lama yang dikembangkan di dalam negeri Tiongkok, terbang dalam formasi dekat, dengan membawa banyak amunisi.
Tiongkok baru-baru ini melakukan uji demonstrasi teknis pertamanya, di mana tiga pesawat pengintai tak berawak bersenjata lengkap, terlihat dalam misi di sekitar pulau Taiwan dan di luar rantai pulau pertama, beberapa kali membentuk formasi dekat.
Para ahli mengatakan, didukung oleh sistem kontrol yang efektif, formasi drone serang besar seperti itu, akan sangat meningkatkan kemampuan tempur.
Pada hari Selasa, CCTV melaporkan, dalam uji terbang itu, tiga pesawat tak berawak Twin Tailed Scorpion yang sarat dengan berbagai amunisi, termasuk bom presisi, rudal, dan pesawat tak berawak yang lebih kecil, satu persatu lepas landas dari lapangan terbang, sebelum membentuk formasi yang berbeda, termasuk formasi garis dan formasi segitiga.
Ini menandai pertama kalinya drone tahan lama yang dikembangkan Tiongkok, terbang dalam formasi dekat sambil terisi penuh dengan amunisi.
Kecepatan, ketinggian, dan arah penerbangan semua drone harus sejalan satu sama lain, dan ini merupakan tantangan besar bagi para operator Drone.
Tes demonstrasi ini membuktikan bahwa pesawat tak berawak Twin-tailed Scorpion, memiliki kemampuan kontrol yang luar biasa, karena dengan membawa muatan berat, biasanya membuat manuver pesawat kurang dapat diandalkan, Wang Ya'nan, pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge yang berbasis di Beijing, kepada Global Times pada hari Selasa mengatakan, ini lebih lanjut menunjukkan kemampuan drone untuk terbang dalam formasi. (Global Times)