JAKARTA, Radio Bharata Online  - Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan lebih 100 ribu orang Rusia menjadi korban dalam lima bulan pertempuran untuk merebut kota Bakhmut, Ukraina. Jumlah ini diantaranya 20.000 orang tewas dan 80.000 lainnya terluka.

Kirby mengutip intelijen yang baru dideklasifikasi, mengatakan bahwa sekitar setengah dari mereka yang tewas adalah tentara yang direkrut oleh perusahaan militer swasta Wagner. Dimana yang sebagian besar anggotanya berasal dari populasi penjara di Rusia.

menurut data jumlah korban di Bakhmut -tempat pasukan Ukraina bertahan hanya di sebagian kecil kota- menyumbang kerugian sejak awal Desember,
Kirby mengatakan ada upaya ofensif Rusia telah menjadi bumerang setelah pertempuran berbulan-bulan dan kerugian luar biasa.

Kirby mengatakan dia tidak memberikan perkiraan korban di Ukraina karena "Mereka adalah korban di sini. Rusia adalah agreso," tuturnya.
Tidak hanya itu, Gedung Putih juga disebut tidak akan memasukkan "informasi ke ranah publik yang mempersulit sekutu dekat Barat itu, yang tentaranya dipersenjatai dan dilatih oleh koalisi negara-negara pimpinan AS," 

sumber:  Detikcom