UEA, Radio Bharata Online - Enam puluh satu warga negara Tiongkok yang dievakuasi dari kota pelabuhan selatan Iran, Bandar Abbas, tiba dengan selamat di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Kamis (19/6) di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Konflik Iran yang memburuk dengan Israel telah meningkatkan ketidakstabilan regional, yang mendorong upaya evakuasi cepat.
Para pengungsi Tiongkok meninggalkan Bandar Abbas pada Rabu (18/6) malam dan tiba di Sharjah, UEA, pada Kamis (19/6) pagi. Dengan bantuan Konsulat Jenderal Tiongkok di Dubai, mereka berhasil menyelesaikan prosedur imigrasi dan akan kembali ke Tiongkok berdasarkan kebutuhan masing-masing.
"Tadi malam, kami memiliki kelompok kerja yang berkoordinasi dengan Pelabuhan Khalifa, sementara rekan-rekan lainnya menyiapkan perlengkapan darurat untuk para pengungsi. Pagi ini, tim kami tiba di pelabuhan pada pukul enam dan menjaga kerja sama yang erat dengan otoritas pelabuhan. Kami sepenuhnya siap untuk memastikan kepulangan yang aman bagi siapa pun yang dievakuasi dari Iran ke UEA. Seperti yang dikatakan semua orang, tempat dengan Bendera Merah Bintang Lima adalah yang paling aman karena kami memiliki tanah air yang hebat," ungkap Ou Boqian, Konsul Jenderal Tiongkok di Dubai.
Para pengungsi mengungkapkan rasa lega dan terima kasih atas dukungan dari tanah air mereka.
"Kami merasakan dukungan yang kuat dari tanah air, yang membuat kami merasa lega," kata Qing Yang, salah seorang pengungsi.
"Saya sangat gembira dan bahagia. Dan saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada staf (Konsulat Jenderal Tiongkok di Dubai) atas upaya mereka yang berdedikasi dalam memfasilitasi kepulangan kami ke tanah air," ujar He Yingli, pengungsi lainnya.