New York, Radio Bharata Online - Sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan November, Tiongkok pada hari Senin (20/11) mengadakan debat terbuka tentang promosi perdamaian yang berkelanjutan melalui pembangunan bersama.
Perwakilan dari lebih dari 70 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, Meksiko, Arab Saudi, Jerman, Spanyol, dan Uni Eropa, menghadiri pertemuan tersebut dan menyampaikan pidato.
Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan pada pertemuan tersebut bahwa pembangunan memegang kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah, bahwa perdamaian dan pembangunan pada dasarnya terkait, dan bahwa untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan, akar penyebab konflik harus diatasi.
Mencapai pembangunan yang mendasar, inklusif, dan berkelanjutan adalah fondasi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas jangka panjang suatu negara, katanya.
Perwakilan Tiongkok itu menekankan bahwa saling menghormati dan pembangunan bersama merupakan cara yang efektif untuk menjaga perdamaian internasional, dan bahwa hanya dengan memperkuat upaya untuk membangun komunitas dengan kepentingan bersama bagi semua negara dan mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, ancaman berbagai tantangan keamanan global dapat dieliminasi secara mendasar.
Dia juga mengatakan bahwa Tiongkok telah mengusulkan Inisiatif Pembangunan Global dan Inisiatif Keamanan Global, mempraktikkan konsep mempromosikan perdamaian melalui pembangunan dan menawarkan solusi Tiongkok untuk mempromosikan pembangunan global dan keamanan bersama.
Pertemuan ini mendapat tanggapan hangat dari perwakilan negara dan wilayah lain. Mereka sangat memuji ketepatan waktu dan pentingnya pertemuan tersebut, dan mengatakan bahwa pertemuan itu akan secara efektif mendorong PBB dan Dewan Keamanan untuk lebih memperhatikan masalah pembangunan dan memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan perdamaian melalui pembangunan.
"Uni Emirat Arab berterima kasih kepada Tiongkok karena telah membawa topik penting ini menjadi perhatian dewan. Kepemimpinan Tiongkok dalam pembangunan berkelanjutan dan dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan telah membuat perbedaan di seluruh dunia," ujar Lana Nusseibeh, Perwakilan Tetap UEA untuk PBB, dalam pertemuan tersebut.