Beijing, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Chris Hipkins, di Aula Besar Rakyat di Beijing pada hari Selasa 927/6). Dalam pertemuan tersebut, Xi mengatakan bahwa kedua negara harus bekerja sama untuk membuka babak baru hubungan bilateral.

"Sejak menjabat sebagai Perdana Menteri, Anda telah berkali-kali menyatakan bahwa Anda menghargai hubungan Tiongkok-Selandia Baru, dan akan terus memperkuat kerja sama dengan Tiongkok. Saya menghargai itu. Pada tahun 2014, saya mengunjungi Selandia Baru. Kedua negara mengumumkan pembentukan kemitraan strategis yang komprehensif," ujar Xi kepada Hipkins. 

"Selama dekade terakhir, hubungan Tiongkok-Selandia Baru telah menikmati pertumbuhan yang berkelanjutan, sehat dan stabil, membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa. Kunjungan Anda ke Tiongkok saat ini sangat penting. Kita perlu bekerja sama untuk memulai 50 tahun hubungan baru Tiongkok-Selandia Baru, dan mendorong pengembangan yang stabil dan berkelanjutan dari kemitraan strategis yang komprehensif antara Tiongkok dan Selandia Baru," imbuhnya.

Hipkins mengatakan sejak Selandia Baru dan Tiongkok menjalin hubungan diplomatik pada 22 Desember 1972, hubungan bilateral mereka terus meningkat.

"Terima kasih atas kesempatan untuk bertemu ini. Tahun lalu kita menandai lima puluh tahun hubungan diplomatik antara kedua negara kita. Ini adalah tonggak sejarah bilateral yang sangat signifikan. Hubungan bilateral memiliki banyak segi, meliputi ekonomi, orang-ke-orang, dan koneksi budaya yang signifikan. Memperbarui dan menyegarkan koneksi itu adalah fokus yang sangat penting untuk kunjungan saya," jelasnya.

Atas undangan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, Hipkins melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dari tanggal 25 hingga 30 Juni 2023 dan menghadiri Pertemuan Tahunan Para Juara Baru Forum Ekonomi Dunia, yang juga dikenal sebagai Davos Musim Panas, di Kota Tianjin, Tiongkok utara.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Hipkins ke Tiongkok setelah menjadi pemimpin baru Partai Buruh dan dilantik sebagai perdana menteri Selandia Baru pada Januari 2023 lalu.