Mesir, Radio Bharata Online - Bergabung dengan BRICS dapat membuat Mesir memiliki akses keuangan yang lebih besar dan potensi untuk memungkinkan negara-negara BRICS  menyelesaikan bisnis menggunakan mata uang lokal juga akan memfasilitasi perdagangan untuk Mesir, kata seorang pengusaha Mesir mengomentari permintaan negara Afrika itu untuk masuk ke BRICS bersama dengan 18 negara lainnya.

Ashraf Naguib, konsultan ekonomi dan Direktur Strategi Korporat dan Pengembangan Grup Pelayaran Internasional Mesir, mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN) bahwa Mesir dapat memiliki akses ke banyak manfaat ekonomi setelah bergabung dengan BRICS.

"Kami telah melihat dengan Tiongkok dalam tujuh tahun terakhir mungkin ketika banyak negara tidak memberikan akses keuangan ke Mesir, sebaliknya Tiongkok masuk, mengambil risiko dan menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur Mesir dan mendukung Mesir dengan pinjaman untuk ibu kota administratif baru, zona ekonomi Suez," ujarnya. 

"Kami mendapat pinjaman dari IMF, kami mematuhi standar internasional tetapi kami lebih suka memiliki aksesibilitas yang lebih besar, aksesibilitas yang lebih cepat, persyaratan yang lebih sedikit pada aksesibilitas untuk membiayai dan saya pikir BRICS mampu memberikan itu ke Mesir," imbuh Naguib.

Menurut laporan, pernyataan bersama Menteri Luar Negeri dan Hubungan Internasional BRICS telah menggarisbawahi seruan dari negara-negara BRICS untuk menyelesaikan perdagangan menggunakan mata uang lokal, yang dilihat oleh Naguib sebagai daya tarik bagi Mesir karena hal ini akan memfasilitasi negara tersebut baik dalam impor maupun ekspor. 

"Kita perlu memfasilitasi perdagangan kita baik dalam ekspor maupun impor dan salah satu hal yang menghambat proses ini adalah ketersediaan mata uang asing dan khususnya dolar AS," jelas Naguib.