Beijing, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang dan legislator senior, Zhao Leji, masing-masing bertemu dengan Presiden Republik Demokratik Kongo (DRC), Felix-Antoine Tshisekedi Tshilombo, yang sedang berkunjung di Beijing pada hari Jum'at (26/5), untuk membahas hubungan antara Tiongkok dan negara Afrika Tengah tersebut.
Pada pertemuannya dengan Presiden DRC, Li mengatakan bahwa Tiongkok dan DRC adalah teman baik, mitra yang baik, dan saudara yang baik, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akan mengadakan pembicaraan dengannya guna bersama-sama menyusun cetak biru baru untuk pengembangan hubungan Tiongkok-DRC.
Li mengatakan Tiongkok bersedia untuk memperkuat sinergi strategi pembangunannya dengan DRC, mengambil konstruksi bersama Sabuk dan Jalan (Belt and Road) yang berkualitas tinggi sebagai jalur utama, memperluas dan memperkuat kerja sama tradisional di berbagai bidang seperti pembangunan infrastruktur, serta secara aktif mengeksplorasi dan memupuk titik pertumbuhan kerja sama baru di bidang pertanian, energi baru, dan bidang lainnya.
Perdana Menteri itu juga mengatakan Tiongkok akan semakin memperkuat solidaritas dan kerja sama dengan negara-negara Afrika termasuk DRC dan mendukung Afrika dalam mencapai pemulihan ekonomi pasca pandemi dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Tshisekedi mengatakan bahwa tahun lalu menandai peringatan 50 tahun normalisasi hubungan antara DRC dan Tiongkok, dan dalam lima dekade terakhir telah menjadi periode kerja sama persahabatan antara kedua negara.
Dengan memperhatikan bahwa DRC sangat menghargai kerja samanya dengan Tiongkok, Presiden itu mengatakan negaranya bersedia untuk belajar dari pengalaman pembangunan Tiongkok, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan Tiongkok, membangun kemitraan DRC-Tiongkok yang tidak dapat dihancurkan, dan mengantarkan hubungan 50 tahun yang baru antara DRC dan Tiongkok.
Zhao Leji, anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), juga bertemu dengan Tshisekedi pada hari yang sama. Pada pertemuan tersebut, Zhao mengatakan bahwa Tiongkok dan DRC menikmati persahabatan tradisional yang mendalam dan kerja sama yang bermanfaat.
Zhao mengatakan Tiongkok siap bekerja dengan DRC untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, mengkonsolidasikan rasa saling percaya politik, memajukan kerja sama praktis, memperkuat koordinasi dalam urusan internasional, dan memajukan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.
Ia juga mengatakan bahwa NPC Tiongkok bersedia memperkuat pertukaran dan saling belajar dengan parlemen DRC dan bersama-sama mempromosikan pembangunan politik demokrasi yang sesuai dengan kondisi nasional.
Sementara itu, Tshisekedi mengatakan bahwa pihak DRC sangat mementingkan pengembangan hubungan dengan Tiongkok dan bersedia untuk lebih memperdalam kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa.
Tshisekedi juga meletakkan karangan bunga di Monumen Pahlawan Rakyat di Lapangan Tian'anmen di Beijing pada hari Jum'at (26/5). Atas undangan Xi, Presiden DRC itu melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 24 hingga 29 Mei 2023 mendatang.