Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengalihkan risiko fiskal dan moneternya ke seluruh dunia, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada konferensi pers hari Selasa (23/5) di Beijing, sebagai tanggapan atas debat politik yang sedang berlangsung di AS tentang menaikkan plafon utang negara.

"Masalah pagu utang adalah bagian dari urusan dalam negeri AS. Tetapi Amerika Serikat, sebagai ekonomi terbesar di dunia, memiliki efek limpahan yang penting bagi ekonomi dunia melalui situasi dan pilihan kebijakannya sendiri. Kami berharap AS akan mengejar kebijakan fiskal dan moneter yang bertanggung jawab, dan tidak mengalihkan risikonya ke seluruh dunia dan tidak mengeksploitasi dunia untuk kepentingan egoisnya sendiri," ujar Mao.

Pemerintah AS mendanai sebagian besar pengeluarannya melalui utang yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan. Saat ini, batas pinjaman yang diperbolehkan pemerintah adalah 31,4 triliun dolar AS.

Batas itu, juga dikenal sebagai plafon utang, harus dinaikkan untuk menutupi pengeluaran yang telah disetujui Kongres. Ini fenomena yang tidak biasa lantaran plafon utang telah dinaikkan 45 kali dalam 40 tahun terakhir.