BEIJING, Bharata Online - Otoritas kerahasiaan nasional Tiongkok pada hari Selasa memperingatkan, bahwa teknologi baru seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan drone, menciptakan risiko baru kebocoran informasi. Pernyataan itu mengutip kasus, di mana seorang individu secara ilegal menggunakan drone kamera definisi tinggi, untuk mendapatkan sejumlah besar gambar udara kapal induk, yang dapat mengungkap informasi pertahanan nasional yang sensitif.
Akun WeChat yang berafiliasi dengan Administrasi Nasional Perlindungan Rahasia Negara, dalam sebuah artikel mengatakan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penggemar militer telah secara ilegal menerbangkan drone tanpa izin, mengambil foto bandara militer, jet tempur, kapal perang, dan fasilitas militer lainnya, yang secara serius membahayakan keamanan pertahanan nasional.
Menurut artikel tersebut, pada akhir tahun 2021, seseorang bernama Luo secara ilegal menggunakan drone kamera definisi tinggi, untuk mengambil foto udara dan memperoleh sejumlah besar gambar definisi tinggi dari sebuah kapal induk. Foto-foto ini dapat dengan mudah digunakan untuk menyimpulkan rahasia negara, seperti kemajuan pembangunan kapal induk, parameter peralatan sensitif, dan tingkat teknologi inti, yang secara langsung mengancam keamanan pertahanan nasional dan merusak kepentingan inti negara.
Artikel tersebut juga mengingatkan, bahwa beberapa lembaga medis telah mulai menggunakan model AI untuk menilai risiko kesehatan pasien, dan bahkan untuk memprediksi harapan hidup. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pasien berisiko tinggi pada tahap awal, sehingga intervensi tepat waktu dapat dilakukan. Namun, aplikasi AI semacam itu dapat menimbulkan kekhawatiran tentang privasi, etika, dan keamanan data.
Jika data kesehatan pasien bocor, data tersebut dapat disalahgunakan, sehingga membahayakan privasi dan keamanan mereka.
Mengenai IoT, artikel tersebut mencatat bahwa pada tahun 2016, peretas luar negeri menggunakan malware botnet untuk menginfeksi sejumlah besar perangkat IoT, dan melancarkan serangan siber, menciptakan botnet besar yang mengganggu akses ke situs web termasuk Twitter, PayPal, dan GitHub di seluruh Amerika Utara.
Pada tahun 2021, peretas juga menargetkan kamera yang dioperasikan oleh penyedia layanan pemantauan keamanan siber AS, Verkada, dan mendapatkan akses ke rekaman pengawasan dari rumah sakit, sekolah, dan penjara.
Sebagai respons terhadap risiko keamanan siber yang muncul, penting untuk mengadopsi pendekatan berbasis skenario, fokus pada kerentanan utama, memperkuat manajemen tingkat sumber, dan menyempurnakan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian. (Sumber: Global Times)