BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok baru-baru ini meluncurkan jenis drone bunuh diri, diluncurkan dengan tabung yang memiliki terobosan kinerja penerbangan, dan dapat dibawa oleh platform darat dan maritim.
Menurut para ahli, peluncuran drone ini meningkatkan kemampuan siluman dan fleksibilitas dalam misi.
Dalam siaran persnya baru baru ini, Tim Northwestern Polytechnical University di Provinsi Shaanxi, Tiongkok Barat Laut dibawah pimpinan Chang Min, menyebutkan, drone sayap lipat berdaya tahan lama yang diluncurkan dengan tabung Peregrine, berhasil melakukan uji coba.
Sebagai senjata berpemandu presisi jenis baru yang telah populer dalam beberapa tahun terakhir, drone sayap lipat ini menggunakan sistem penyimpanan, pengangkutan, dan peluncuran terintegrasi, yang memberikan portabilitas dan fleksibilitas.
Seorang pakar militer yang enggan disebutkan jati dirinya, kepada Global Times mengatakan, drone bunuh diri yang diluncurkan dengan tabung, juga dikenal sebagai amunisi yang berkeliaran, telah menunjukkan potensinya dalam konflik baru-baru ini di seluruh dunia, termasuk yang dikerahkan dalam krisis Ukraina.
Drone ini memberikan kemampuan siluman yang kuat dan fleksibilitas di medan tempur, karena dapat dibawa dan dioperasikan oleh tentara individu, atau dibawa oleh kendaraan dan kapal dalam jumlah besar. (Global Times)