BEIJING, Radio Bharata Online - Jumlah BTS dan pengguna 5G di Tiongkok berkembang pesat seiring dengan kemajuan konstruksi digital. Kemajuan ini meletakkan fondasi yang kuat untuk ekonomi digital Tiongkok, dan pembangunan berkualitas tinggi.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi pada hari Rabu mengumumkan, jumlah BTS 5G mencapai 2,73 juta pada akhir April, seiring dengan pembangunan jaringan 5G yang terus berlanjut.
Menurut laporan tentang pengembangan “Digital China 2022”, yang dirilis oleh otoritas dunia maya Tiongkok pada hari Selasa, jumlah pengguna 5G sendiri di Tiongkok mencapai 561 juta pada akhir 2022, menyumbang lebih dari 60 persen dari total dunia.
Jumlah pengguna terminal Internet of Things (IoT) mobile mencapai 1,845 miliar, menjadikan Tiongkok sebagai negara besar pertama yang memiliki lebih banyak pengguna IoT dibandingkan dengan jumlah penduduknya.
Wang Peng, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial Beijing, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, sektor 5G adalah basis penting bagi informatisasi dan ekonomi digital Tiongkok.
Menurut Wang, meningkatnya jumlah basis dan pengguna 5G, kondusif untuk pengembangan skenario aplikasi yang relevan.
Ekonomi digital menjadi mesin penting yang mendorong pertumbuhan dan transformasi Tiongkok yang stabil.
Dikatakan, teknologi digital semakin terintegrasi dengan perkembangan ekonomi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut Wang menjelaskan, 5G, kecerdasan buatan, dan teknologi baru lainnya dapat menciptakan lapangan kerja, dan juga meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam industri tradisional.
Pada akhir tahun 2022, tingkat informatisasi dalam produksi pertanian telah melampaui 25 persen. Barang-barang yang dibeli secara online menyumbang 27,2 persen dari penjualan ritel, menjadikannya sebuah rekor tertinggi.
Para ahli mengatakan bahwa perkembangan digital Tiongkok akan semakin cepat di bawah cetak biru konstruksi digital yang dikeluarkan pada bulan Februari. (Global Times)