DUBAI, Radio Bharata Online - Berbagai pilihan produk pertahanan Tiongkok, termasuk jet tempur dan drone, ditawarkan kepada pelanggan internasional pada pameran penerbangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pakar militer memperkirakan negara-negara Arab berminat pada senjata dan peralatan dari Tiongkok, di tengah pembatasan dari pemasok lain.

Perusahaan Industri Penerbangan Tiongkok milik negara, AVIC, telah menghadirkan spektrum penuh produk penerbangan Tiongkok, ke Dubai Airshow ke-18, yang diadakan dari Senin hingga Jumat di Dubai Uni Emirat Arab.

Dalam siaran persnya, AVIC menyebutkan, perusahaan ini memamerkan perlengkapan penerbangan canggih seperti jet tempur siluman FC-31, pesawat angkut strategis Y-20, helikopter utilitas taktis Z-20, serta kendaraan udara tak berawak, termasuk Wing Loong-X, dan drone sayap tetap Wing Loong-2, serta drone yang bisa lepas landas dan mendarat vertikal AR-36.

Di tengah stan indoor AVIC, terdapat model helikopter tak berawak AR-2000 dan AR-500W skala penuh.  Khusus AR-2000, ini adalah untuk pertama kalinya dipamerkan di luar negeri.

Huang Guozhi, seorang pakar militer Tiongkok yang mengunjungi Dubai Airshow pada hari Senin, mengatakan kepada Global Times bahwa AVIC adalah perusahaan pertahanan Tiongkok terbesar yang melakukan pameran di Dubai Airshow, dan produk-produknya sangat mewakili industri penerbangan Tiongkok.

Sementara Fu Qianshao, pakar penerbangan militer Tiongkok, kepada Global Times pada hari Selasa mengatakan, produk pertahanan Tiongkok adalah pilihan yang menarik di pasar internasional, karena mereka menawarkan kualitas tinggi dan efisiensi dari biaya tinggi, tanpa ikatan politik yang tidak masuk akal.  Menurutnya, negara-negara Timur Tengah adalah pelanggan lama produk pertahanan Tiongkok seperti drone, dan sekarang mereka sedang mencari opsi untuk jet tempur, pasar yang dulunya sebagian besar didominasi oleh Amerika Serikat dan Eropa. (Global Times)