Beijing, Radio Bharata Online - Sebuah pameran yang menampilkan produk-produk berteknologi tinggi yang dirancang untuk membuat hidup lebih mudah bagi para penyandang disabilitas resmi dibuka di Beijing pada hari Rabu (13/3).
Diadakan oleh Federasi Penyandang Cacat Beijing, acara ini memberikan harapan bagi para pengunjung penyandang disabilitas untuk masa depan yang lebih baik dengan berbagai alat bantu berteknologi tinggi untuk membantu mobilitas, komunikasi, dan kemandirian.
Sebuah robot anjing pemandu, yang digunakan pada Asian Para Games ke-4 di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur pada bulan Oktober tahun lalu, merupakan salah satu bintang dalam pameran tersebut.
Cao Jun, Wakil Ketua Asosiasi Tunanetra Beijing, mengatakan bahwa ia berharap di masa depan robot anjing pemandu akan membantu mengatasi kekurangan anjing pemandu di Tiongkok.
"Beijing telah mendirikan pangkalan anjing pemandu, tapi saya pikir itu hanya dapat mengisi sebagian kecil dari kesenjangan. Perjalanan untuk sebagian besar orang buta, saya pikir, masih harus bergantung pada anjing robot semacam ini. Saya berharap perkembangannya bisa secepat perkembangan kendaraan swakemudi," kata Cao.
Pada pameran tersebut, dipamerkan pula kacamata yang dapat menampilkan transkrip percakapan secara real time kepada pemakainya yang memiliki gangguan pendengaran sehingga mereka tidak perlu lagi bergantung pada pembacaan gerak bibir, bahasa isyarat, atau perangkat seluler.
"Ketika berbicara dengan orang lain secara tatap muka, banyak penyandang tuna rungu yang cenderung membaca transkrip di telepon, alih-alih melihat lawan bicaranya, yang mungkin mengira mereka sedang memainkan ponselnya. Namun, itu tidak benar. Impian saya sejak kecil adalah suatu hari nanti, saya bisa melihat kata-kata di kacamata. Hal itu telah terwujud sekarang. Saya dapat melihat apa yang Anda katakan, jadi bagi saya, tidak ada kesulitan untuk berkomunikasi dengan Anda, membuat Anda merasa bahwa saya adalah orang yang sopan," jelas Xu Mengjiao, Manajer Operasi Pemasaran Perusahaan Teknologi LLVision Beijing.
Pameran ini juga mencakup perangkat yang dapat membantu penyandang tunanetra menonton film, produk elektronik dengan fungsi untuk tuna rungu seperti pembacaan layar, pengenalan gambar, dan asisten suara AI, serta teknologi antarmuka otak-komputer, robot eksoskeleton, dan tangan mekanik cerdas yang dapat meningkatkan mobilitas bagi penyandang disabilitas fisik.
"Seiring bertambahnya usia masyarakat kita, banyak lansia yang membutuhkan eksoskeleton untuk membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membantu mereka bepergian dengan aman. Eksoskeleton tidak hanya untuk rehabilitasi. Saya pikir permintaan akan terus bertambah. Mungkin exoskeleton terbaik adalah seperti yang ada di film-film fiksi ilmiah, yang sangat ringan, mudah dipakai dan sangat terintegrasi. Saya yakin seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini pasti akan terwujud," ujar Du Peng, Wakil Ketua Asosiasi Penyandang Disabilitas Fisik Distrik Chaoyang.