Beijing Radio Bharata Online - Pemalsuan oleh Amerika Serikat pada apa yang disebut pengumpulan DNA Tiongkok dari kelompok etnis minoritas adalah berita yang sangat tidak masuk akal dan palsu, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, di Beijing pada hari Rabu (10/5).

Wang membuat pernyataan tersebut pada jumpa pers reguler ketika menjawab pertanyaan tentang pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, tentang pengumpulan DNA Tiongkok.

"Pernyataan dari Amerika Serikat tidak masuk akal. Itu tidak lain adalah rekayasa berita palsu yang mengkhawatirkan. Tiongkok adalah negara yang diatur oleh hukum. Privasi warga negara Tiongkok, terlepas dari etnis mereka, dilindungi oleh hukum," tegas Wang.

"Amerika Serikat adalah negara yang secara luas mengumpulkan dan menggunakan informasi genetik. Menurut Wall Street Journal, Pentagon telah membuat rencana penelitian dan pengembangan untuk menyerang lawan dengan senjata genetik. Menurut peserta rencana, gen orang Tiongkok di Asia, orang Arya di Eropa dan orang Arab di Timur Tengah semuanya termasuk dalam ruang lingkup pengumpulan militer AS," ungkapnya. 

"Menurut laporan dari Russia Today, Komando Pendidikan dan Pelatihan Angkatan Udara AS pernah mengeluarkan informasi perekrutan di mana mereka secara khusus mengindikasikan perlunya memperoleh sampel RNA dan cairan sinovial dari Rusia. Saya percaya semua orang jelas tentang siapa yang menggunakan gen untuk aktivitas tersembunyi," katanya.